Monday, February 16, 2026
HomeBALIGianyar20 Perkici Dada Merah Pulang ke Bali

Simbol Kebangkitan Konservasi Satwa Indonesia

20 Perkici Dada Merah Pulang ke Bali

Gianyar, warnaberita.com – Di tengah semarak Hari Kemerdekaan Indonesia, sebuah kisah pulang yang sarat makna terukir di Taman Safari Bali.

Sebanyak 20 ekor Perkici Dada Merah (Trichoglossus forsteni mitchellii) burung endemik Bali dan Lombok yang selama bertahun-tahun berada di luar negeri, akhirnya kembali menjejak tanah air.

Kepulangan burung berwarna cerah ini bukan sekadar perjalanan, melainkan simbol kebangkitan warisan hayati bangsa. Program konservasi ini lahir dari kolaborasi lintas benua antara Paradise Park (UK), World Parrot Trust, Taman Safari Bali, dengan dukungan penuh dari Kementerian Kehutanan dan BKSDA Bali.

Dari Cornwall, Inggris, 16 Juli 2025, rombongan kecil bersayap ini memulai perjalanan panjang melalui London-Doha-Bali menggunakan Qatar Airways. Setibanya di Pulau Dewata pada 17 Juli sore, mereka langsung menempati fasilitas karantina khusus di Taman Safari Bali. Seluruh proses, mulai dari pemeriksaan kesehatan, observasi perilaku, hingga adaptasi lingkungan, dilakukan sesuai standar internasional untuk memastikan kesejahteraan satwa.

Baca Juga  PSBS Masuk Desa: Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Tegalalang–Tampaksiring

Sebelum kedatangan, Taman Safari Bali mendatangkan Head Keeper dari Paradise Park UK guna melatih tim keeper Indonesia. Pelatihan ini mencakup teknik handling, pemberian pakan, hingga enrichment. Bahkan, fasilitas kandang khusus dibangun dari awal dengan desain yang aman, nyaman, dan sesuai kebutuhan biologis Perkici Dada Merah.

Dengan bulu hijau cerah, dada merah menyala, serta gerakannya yang lincah, Perkici Dada Merah menjadi salah satu permata alam Indonesia. Sayangnya, keindahan ini pernah terancam hilang akibat maraknya perburuan dan perdagangan ilegal.

“Program ini bukan hanya memulangkan burung, tapi mengembalikan harapan. Inilah awal dari upaya reintroduksi mereka ke habitat alaminya di masa depan,” ujar Ari Janiawati, Kurator Taman Safari Bali.

Baca Juga  Digelar Upacara Guru Piduka dan Penanaman Pohon

Hal senada disampaikan Angela D’Alessio, Indonesia Coordinator World Parrot Trust. Ia menegaskan, kolaborasi ini membuktikan bahwa konservasi adalah tanggung jawab bersama, melampaui batas negara.

Mengambil semangat dari bahasa Bali, Kedis mewali ke Bali yang berarti “burung pulang” menjadi simbol dari gerakan konservasi ini. Kepulangan mereka adalah ajakan bagi seluruh masyarakat untuk menjaga kekayaan hayati Indonesia, demi generasi yang akan datang.

Sebagai lembaga konservasi modern, Taman Safari Bali berkomitmen pada pelestarian satwa liar melalui program edukasi, penelitian, dan reintroduksi. Dengan fasilitas berstandar internasional serta tim profesional, Taman Safari Bali menjadi mitra strategis dalam menjaga keanekaragaman hayati Nusantara.(*)

Baca Juga  Debut Panggung di Malam Tahun Baru, 5UARA Curi Perhatian Publik Gianyar
Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru