Saturday, May 23, 2026
HomeBALIDenpasarMenteri Hanif Tegaskan Pentingnya Jaga Sungai di Bali

Menteri Hanif Tegaskan Pentingnya Jaga Sungai di Bali

Denpasar, warnaberita.com – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bersama Pemerintah Provinsi Bali bergerak cepat melakukan pemulihan lingkungan pasca banjir besar yang melanda sejumlah wilayah.

Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, kembali mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem sungai sebagai sumber kehidupan utama masyarakat.

“Sungai adalah sumber air utama, sehingga harus kita jaga agar tidak merusak dan mengancam generasi mendatang,” tegas Menteri Hanif dalam aksi bersama bertajuk Bersih Sampah Pasca Banjir di Denpasar, Bali pada Minggu (14/9/25).

Peringatan itu sejalan dengan hasil koordinasi penanganan banjir yang digelar di kediaman Gubernur Bali malam sebelumnya. Hanif menekankan, tata ruang berkelanjutan harus menjadi prioritas agar bencana serupa tidak terus berulang. “Kita tidak boleh lagi membiarkan konversi lahan sembarangan untuk vila atau cottage yang merusak fungsi resapan air,” ujarnya.

Baca Juga  Pemkab Badung Tanam 4.400 Pohon dan Gelar Aksi Bersih Sungai

Banjir kali ini menyisakan volume sampah dalam jumlah besar. Menteri Hanif menyebut, tim di lapangan memperkirakan ratusan ton sampah menumpuk hanya dalam beberapa hari. “Selama paling lama satu bulan, seluruh sampah akibat bencana ini akan diangkut ke TPA Suwung untuk ditangani secara darurat,” ungkapnya.

Lebih dari 1.200 peserta dari unsur pemerintah, Forkopimda, BUMN, komunitas masyarakat, hingga sektor swasta terjun langsung membersihkan saluran air, jalan, dan kawasan padat penduduk dari tumpukan sampah. Aksi ini dipimpin langsung oleh Menteri Hanif bersama Gubernur Bali, menjadi simbol kerja sama lintas sektor untuk pemulihan lingkungan.

Baca Juga  WHDI Badung Tebar 5.000 Benih Ikan di Pura Taman Ayun

Selain fokus pada penanganan sampah, Menteri Hanif juga menegaskan pentingnya rehabilitasi hutan di wilayah hulu. “Alam yang ternyata belum mampu menahan curah hujan tinggi harus kita pulihkan bersama. Salah satunya dengan mengembalikan tutupan hutan di wilayah hulu. Dibutuhkan sekitar 14 ribu hektare untuk menguatkan kembali daya dukung lingkungan Bali,” katanya.

Hanif berharap, langkah ini dapat mengembalikan keseimbangan alam Bali sekaligus meningkatkan ketahanan menghadapi perubahan iklim yang semakin ekstrem. Upaya kolaboratif ini juga menjadi momentum memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga sungai dan ruang hidup demi generasi mendatang.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru