Jakarta, Warnaberita.com – Penyediaan rumah subsidi akan dipercepat sebagai upaya meningkatkan jumlah masyarakat yang memiliki hunian.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dikutip dari laman Presiden RI, Rabu (17/9) mengatakan dari total kuota 350 ribu unit rumah yang akan dibangun pada tahun ini sudah 175.662 unit yang sudah diserahkan ke pembeli. Data itu merupakan realisasi 1 Januari hingga 15 September 2025.
Menurut Maruarar, Presiden Prabowo Subianto meminta agar penyediaan rumah subsidi bagi masyarakat ini bisa dipercepat.
“Pertama, kami sampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang sangat concern kepada perumahan. Buktinya tahun ini kuota rumah subsidi dinaikkan secara signifikan dari 220 ribu menjadi 350 ribu unit,” ujar Maruarar.
Ia juga menyebut dari kategori sedang pembangunan berjalan, ready stock dan persetujuan kredit, dan akad kredit ada 45 ribu yang terealisasi. “Jadi totalnya 221.047,” ungkap Maruarar.
Menteri PKP juga menjelaskan terobosan baru berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor perumahan. Maruarar menyebut program senilai Rp130 triliun ini menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya KUR diarahkan mendukung pembiayaan rumah rakyat, baik dari sisi suplai maupun permintaan.
“Itu dari segi suplai ada 117 triliun. Itu yang bisa memanfaatkan adalah kontraktor, developer, dan toko bangunan. Nah itu bagus banget karena bunganya disubsidi 5 persen. Contoh mereka biasa minjem duit itu mungkin di bank 11 persen gitu ya. Dengan program ini jadi bisa disubsidi 5 persen, jadi bayarnya cuma 6 persen,” ujar Maruarar.
Selain mendukung sektor suplai, KUR perumahan ini juga menyasar sisi permintaan dengan menyokong pelaku usaha mikro di bidang hunian. Maruarar menilai kebijakan ini akan membuka peluang luas bagi masyarakat kecil yang berusaha di rumahnya untuk turut meningkatkan kesejahteraan.
Maruarar juga menegaskan bahwa program KUR perumahan merupakan hasil koordinasi lintas kementerian. Menteri PKP menyebut terobosan ini lahir berkat dukungan berbagai pihak yang mengoordinasikan pelaksanaan KUR melalui perbankan. (*)
