Thursday, February 12, 2026
HomeEKONOMIMikroManfaatkan Big Data untuk Perkuat Ekonomi Kreatif

Kementerian Ekraf Terima Audiensi PERPI dan NIQ

Manfaatkan Big Data untuk Perkuat Ekonomi Kreatif

Jakarta, warnaberita.com – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) terus berupaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang berbasis data. Untuk itu Kementerian Ekraf menggelar audiensi strategis dengan Perhimpunan Riset Pemasaran Indonesia (PERPI) dan NielsenIQ (NIQ).

“Kolaborasi dengan pelaku riset global seperti NielsenIQ dan perusahaan riset pemasaran lainnya di bawah naungan PERPI akan memberikan insight yang presisi bagi pengembangan kebijakan dan strategi promosi digital subsektor kreatif Indonesia,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dalam audiensi di kantor Kementerian Ekraf, Jakarta pada Senin, 15 September 2025.

Menteri Ekonomi Kreatif menegaskan pentingnya riset berbasis data untuk mendorong pertumbuhan 17 subsektor ekonomi kreatif. Untuk itu pertemuan ini menjadi langkah penting untuk memanfaatkan big data, riset, dan analisis konsumen sebagai dasar penguatan kebijakan dan promosi subsektor ekonomi kreatif nasional.

Baca Juga  Perkuatan Ekonomi Desa Melalui Koperasi Merah Putih: Sinergi Tri Dharma, SDGs Desa, dan Ekonomi Pancasila

Menurutnya, pemetaan potensi pasar dan perilaku konsumen berbasis data dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan industri kreatif dari tingkat daerah hingga global. Selain itu Menteri Ekraf Teuku Riefky juga menjelaskan Indikator Kinerja Utama (IKU) Kementerian Ekraf berkaitan dengan ekosistem bisnis bahkan ekonomi nasional di mulai dari pertumbuhan PDB, Tenaga Kerja, Nilai Investasi dan Nilai Ekspor.

“Kementerian Ekraf memiliki 8 kluster program yang disebut Asta Ekraf, Jadi kira-kira ini yang kita kita kerjakan, betul kita sekarang masih lebih banyak menyentuh ke para pegiat nya. Tapi, pegiat ini supaya lebih di tepat sasaran ke pasar seperti apa. Jadi itu yang saya pikir memang penting, sehingga nanti kita bisa lihat di mana peluang kerja samanya,” ujar Menteri Ekraf.

Baca Juga  Kemenekraf Dorong Kolaborasi Games of Society dengan IP Lokal

Ketua Umum PERPI Amalia Paera, menambahkan bahwa asosiasi riset pemasaran yang beranggotakan 51 perusahaan ini akan menjadi mitra strategis untuk memastikan riset berjalan inklusif dan akuntabel.

“PERPI, melalui riset tahunan Market Behaviour Outlook, memberikan insight berbasis data yang dapat mendukung pemerintah dalam merumuskan strategi dan kebijakan yang lebih tepat sasaran dengan lebih memahami kebutuhan pasar berdasarkan data sehingga semua program strategis akan tepat sasaran. Kita melihat banyak kolaborasi yang bisa kita lakukan dan sangat mendukung semua kebijakan pemerintah, terutama pengembangan ekonomi melalui sektor ekonomi kreatif yang sangat potensial. Sebagai asosiasi, kami dengan bangga siap men-support ekraf,” jelasnya.

Baca Juga  BRIN Diminta Perkuat Percepatan Hilirisasi Inovasi

Audiensi ini juga memiliki potensi kerja sama di bidang pengembangan Indonesia Creative Brand Index sebagai referensi promosi brand dan kekayaan intelektual lokal. Indeks ini diharapkan menjadi tolok ukur bagi pelaku usaha kreatif untuk meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi produk Indonesia di pasar global yang semakin kompetitif.

Pertemuan ini juga membahas pemanfaatan data untuk Kementerian Ekraf membuat kebijakan berdasarkan data dan pengembangan subsektor prioritas, termasuk fashion, kuliner, aplikasi, dan gim. Data yang terintegrasi dari berbagai lembaga diharapkan mampu membuka peluang pasar baru dan memperkuat rantai nilai ekosistem kreatif di seluruh daerah, sejalan dengan target pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi kreatif di Asia. (*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru