Tuesday, June 2, 2026
spot_img
HomeBERITA TERKINIUpdate BNPB, Korban Meninggal dalam Bencana Sumatera Capai 442 Orang

Update BNPB, Korban Meninggal dalam Bencana Sumatera Capai 442 Orang

Jakarta, Warnaberita.com – Berdasarkan data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), total korban meninggal dunia dalam bencana di Sumatera mencapai 442 jiwa dan 402 jiwa masih dinyatakan hilang.

Data sementara ini disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., dalam rilis perkembangan terkini penanganan bencana di wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat di Pos Pendukung Nasional, Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Minggu (30/11).

Rincian dari korban jiwa ini, menurut Suharyanto, di Sumatera Utara tercatat 217 jiwa meninggal dunia, setelah tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue-SAR) kembali menemukan korban yang kemarin dinyatakan hilang. Korban meninggal dunia ini tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Kota Padang Sidempuan, Deli Serdang, dan Nias.

Baca Juga  Presiden Perintahkan Langkah Cepat Tangani Bencana di Bali dan NTT

Kemudian untuk korban hilang juga mengalami peningkatan menjadi 209 orang setelah banyak yang melaporkan kehilangan keluarga kepada petugas di tiap-tiap posko daerah.

“Korban jiwa untuk SumateUpdatera Utara 217 yang meninggal dunia kemudian 209 yang masih hilang,” ungkap Suharyanto.

Beralih ke Provinsi Aceh, hingga sore ini tercatat 96 jiwa meninggal dunia dan 75 jiwa hilang, tersebar di Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya. Jumlah pengungsi mencapai 62.000 KK di berbagai kabupaten/kota.

“Aceh korban jiwa meninggal dunia menjadi 96, hilang 75 jiwa. Ini ada di 11 kabupaten/kota,” jelas Kepala BNPB.

Baca Juga  Situasi Geopolitik Timur Tengah Memanas, Harga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik

Di Sumatera Barat, tercatat 129 jiwa meninggal dunia, 118 hilang, dan 16 luka-luka. Korban tersebar di Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kota Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Pasaman, Solok, Kota Solok, dan Pesisir Selatan. Total pengungsi mencapai 11.820 KK atau 77.918 jiwa, dengan konsentrasi terbesar di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan.

“Ini korban jiwa meninggal dunia 129, kemudian yang hilang 118 dan 16 luka-luka,” ungkap Suharyanto.

Sementara itu, untuk warga yang masih mengungsi, Suharyanto menjelaskan jumlahnya mencapai ribuan jiwa di wilayah Tapanuli. Antara lain 3.600 jiwa di Tapanuli Utara, 1.659 jiwa di Tapanuli Tengah, 4.661 jiwa di Tapanuli Selatan, 4.456 jiwa di Kota Sibolga, 2.200 jiwa di Humbang Hasundutan, dan 1.378 jiwa di Mandailing Natal.

Baca Juga  50 Tahun Hubungan Diplomatik, Indonesia-Peru Tandatangani CEPA

Akses darat di beberapa kabupaten masih terputus akibat longsor dan kerusakan jembatan. Di Tapanuli Utara, jalan Tarutung–Sibolga terputus di sejumlah titik dan sejumlah desa di Parmonangan dan Adiankoting masih belum dapat dijangkau dengan total lebih dari 12.000 jiwa terdampak.

“Untuk Tarutung-Sibolga ini masih normalisasi. Yang bisa ditembus alat berat ini 40 kilometer,” kata Suharyanto. (*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru