Friday, May 29, 2026
HomeBALIBulelengMonumen Tri Yuda Sakti Jadi Pusat Kendali Bencana Nataru di Buleleng

Monumen Tri Yuda Sakti Jadi Pusat Kendali Bencana Nataru di Buleleng

Buleleng, warnaberita.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 dengan mendirikan Posko Kesiapsiagaan Bencana Terpadu di kawasan Monumen Tri Yuda Sakti. Posko ini difungsikan sebagai pusat komando dan koordinasi lintas sektor guna memastikan penanganan kebencanaan berlangsung cepat, terpadu, dan terarah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, Selasa (16/12/25), menegaskan pendirian posko bukan sekadar simbol kesiapan, melainkan langkah strategis untuk menyatukan gerak seluruh unsur terkait dalam satu sistem kendali.

“Posko ini kami dirikan agar ketika terjadi situasi darurat, seluruh pihak memiliki kesamaan visi dan pola penanganan. Inilah pusat koordinasi agar respon di lapangan tidak terputus-putus,” tegasnya.

Baca Juga  Bupati Sutjidra Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Kompak

Posko Terpadu melibatkan 13 institusi lintas sektor, mulai dari perangkat daerah, TNI, Polri, PMI, ORARI, hingga unsur pendukung lainnya. Dengan sistem komando terpadu, koordinasi antarinstansi dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus terhambat prosedur yang panjang, sehingga penanganan di lapangan menjadi lebih efektif.

Selain di tingkat kabupaten, BPBD Buleleng juga mendorong pembentukan Satuan Tugas Kebencanaan di tingkat kecamatan. Setiap kecamatan diharapkan menyiagakan posko di kantor camat masing-masing sebagai perpanjangan tangan Posko Terpadu, terutama untuk merespons kejadian mendesak di wilayahnya.

“Selama Januari hingga November saja, tercatat sekitar 400 kejadian kebencanaan seperti pohon tumbang dan tanah longsor. Selama ini penanganan sudah berjalan baik, namun ke depan kita ingin lebih terencana, bukan sekadar reaktif saat musim hujan,” jelas Gede Suyasa.

Baca Juga  Pemkab Buleleng Perkuat Sinergi Pajak Pusat dan Daerah Lewat Ini

Melalui penguatan koordinasi sejak dini, berbagai potensi bencana dapat ditangani lebih awal. Upaya mitigasi seperti pemangkasan pohon rawan tumbang hingga penanganan titik rawan longsor dapat dijadwalkan secara berkala bersama instansi teknis, seperti DLH, Dinas Perhubungan, Damkar, dan PUPR.

Dalam kesempatan tersebut, Gede Suyasa juga menekankan peran strategis relawan dan masyarakat. Menurutnya, kerja-kerja BPBD tidak akan optimal tanpa dukungan relawan Desa Tangguh Bencana serta partisipasi aktif warga.

“Relawan adalah kekuatan utama kami. Sinergi masyarakat sangat menentukan cepat tidaknya penanganan di lapangan,” ujarnya.

Terkait kondisi cuaca, BMKG memprediksi Kabupaten Buleleng masih berada dalam pengaruh siklon 91S dan 93S, dengan puncak musim hujan diperkirakan berlangsung hingga Januari 2026. Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada tanpa panik.

Baca Juga  Bulfest 2025 Fokus Kelola Sampah

“Bencana bisa datang kapan saja. Namun dengan kesiapsiagaan dan kewaspadaan bersama, risiko dapat kita minimalkan,” katanya.

Dengan hadirnya Posko Terpadu di Monumen Tri Yuda Sakti, masyarakat kini memiliki pusat pelaporan kebencanaan yang jelas. Selain posko, BPBD Buleleng juga mengoperasikan Pusdalops yang siaga 24 jam dan didukung Tim Reaksi Cepat (TRC) sebagai garda terdepan penanganan bencana di wilayah Buleleng.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru