Friday, April 17, 2026
HomeBALITabananTabanan Raih Penyelesaian Tindak Lanjut BPK Tertinggi di Bali

Tabanan Raih Penyelesaian Tindak Lanjut BPK Tertinggi di Bali

Tabanan, warnaberita.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali menorehkan prestasi membanggakan di bawah kepemimpinan Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. Kabupaten Tabanan mencatatkan persentase tertinggi penyelesaian tindak lanjut rekomendasi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Bali, yakni mencapai 99,54 persen.

Capaian tersebut terungkap dalam kegiatan Penandatanganan Berita Acara Serah Terima dan Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Semester II Tahun 2025 dari BPK Perwakilan Provinsi Bali atas LHP Kepatuhan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2024 dan 2025 Pemerintah Kabupaten Tabanan. Kegiatan berlangsung di Four Star by Trans Hotel, Denpasar, Selasa (30/12/25).

LHP diterima langsung oleh Bupati Tabanan bersama Ketua DPRD Kabupaten Tabanan sebagai bagian dari mekanisme akuntabilitas dan evaluasi pengelolaan keuangan daerah. Penyerahan ini menjadi agenda rutin BPK dalam memastikan tata kelola keuangan daerah berjalan sesuai regulasi.

Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Bali, Kepala Perwakilan BPK Provinsi Bali, Ketua DPRD Provinsi Bali, serta Sekretaris Daerah Provinsi Bali. Bupati Tabanan hadir didampingi Ketua DPRD, Sekda, dan Kepala Inspektorat Kabupaten Tabanan.

Baca Juga  Pelajar Tabanan Torehkan Prestasi Nasional di FLS2N 2025

Kepala Perwakilan BPK Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Satria Perwira, menegaskan bahwa BPK menjalankan kewenangan konstitusionalnya setiap tahun dalam melakukan pemeriksaan laporan keuangan daerah.

“Setiap tahun kami melaksanakan pemeriksaan laporan keuangan dari bulan Februari hingga penyerahan di bulan Mei. Hasilnya, baik provinsi, kabupaten, maupun kota umumnya telah meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian. Rata-rata pemerintah daerah di Bali bahkan telah meraih WTP lebih dari 10 kali. Harapannya, opini WTP kali ini benar-benar berkualitas dan bermanfaat,” ujarnya.

Gubernur Bali Wayan Koster juga menekankan pentingnya peran BPK dalam menjaga akuntabilitas keuangan negara. “BPK adalah satu-satunya institusi yang diberi mandat oleh negara untuk melakukan audit keuangan negara. Apa yang dijalankan BPK merupakan bagian dari penyelenggaraan negara. Karena itu, kepala daerah wajib bertanggung jawab, tertib, dan disiplin dalam pengelolaan keuangan,” tegasnya.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Lantik 4 Perbekel PAW, Tegaskan Peran Desa sebagai Fondasi Pembangunan Tabanan

Ia menambahkan bahwa tata kelola keuangan daerah harus berorientasi pada kepentingan masyarakat. “Ini menyangkut dana yang bersumber dari masyarakat dan harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Melalui capaian tersebut, pemerintah memberikan Dana Insentif Daerah sebagai bentuk apresiasi,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Bali turut memberikan apresiasi atas kepemimpinan Bupati Tabanan. “Kalau saya harus melakukan meeting contest dengan masyarakat Tabanan, Bupati Tabanan nomor satu. Perhatiannya kepada masyarakat luar biasa. Seperti itulah seharusnya seorang pemimpin. Saya mengamati perkembangan dari tahun ke tahun berdasarkan penilaian BPK, dan Tabanan sudah sangat maju,” ungkapnya.

Menanggapi capaian tersebut, Bupati Sanjaya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan. “Astungkara, kami di Tabanan terus berkolaborasi dengan Inspektorat. Pengawasan menjadi kunci, karena jika diawasi dengan baik dan benar, saya yakin tidak akan ada temuan. Hari ini kami bersyukur karena kerja sama tim, baik OPD, Inspektorat, dan seluruh jajaran, berjalan sangat baik. Kami bangga mendapatkan penilaian terbaik di Bali,” ujarnya.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Tegaskan Komitmen Tangani Sampah dan Infrastruktur

Ia menegaskan bahwa capaian tersebut mencerminkan kualitas WTP yang sesungguhnya. “Ini WTP yang benar-benar sesuai dengan apa yang diinginkan BPK RI, yakni akuntabilitas dan transparansi. Ternyata Tabanan sudah berada pada jalur yang baik. Terima kasih atas kerja sama semua pihak,” katanya.

Terkait kedekatan dengan masyarakat, Sanjaya menyebut pendekatan dilakukan secara alami melalui berbagai program dan kehadiran langsung di tengah masyarakat.

“Kami di Tabanan berjalan natural saja. Melalui program Bungan Desa, kunjungan ke desa-desa, serta kehadiran pemerintah di berbagai event olahraga dan budaya, masyarakat merasa diperhatikan. Ketika pemimpinnya hadir, semangat masyarakat Tabanan tumbuh. Interaksi inilah yang menjadi kekuatan untuk mewujudkan Tabanan yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM),” pungkasnya.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru