Thursday, July 23, 2026
HomeBALIBadungPengelola TPS3R Sempidi Tepati Janji, Sampah Menggunung Mulai Diangkut ke Suwung

Pengelola TPS3R Sempidi Tepati Janji, Sampah Menggunung Mulai Diangkut ke Suwung

Badung, warnaberita.com – Tumpukan sampah yang sempat meluber hingga ke ruas jalan di kawasan Sempidi akhirnya mulai terurai. Setelah menuai sorotan publik, pengelola TPS3R Sempidi Bumi Resik bergerak cepat menepati janji dengan mengerahkan armada truk untuk mengangkut sampah menuju TPA Suwung, Kamis (23/7/2026).

Sejak pagi, sejumlah truk dump terlihat keluar masuk lokasi TPS3R Sempidi. Langkah ini menjadi titik terang setelah polemik pengelolaan sampah yang sebelumnya memicu kekhawatiran masyarakat akibat bau menyengat dan potensi gangguan kesehatan.

Pihak pengelola, PT Hejotech, sebelumnya telah berkomitmen untuk mendatangkan 20 truk setiap hari guna mengatasi timbunan sampah yang menggunung. CEO Hejotech, Rina Aprilisoma menegaskan bahwa penanganan mulai dilakukan sesuai jadwal pengiriman sampah organik ke TPA Suwung.

Baca Juga  Penutupan TPA Suwung Ditunda hingga November 2026, Begini Penjelasan Koster!

“Jadi prepare untuk menyelesaikan hari Kamis berarti berangkat ke Suwung. Begitu untuk yang ke Suwung. Tapi yang swasta pihak swasta ini kita masih koordinasikan, mudah-mudahan clear semua dan kita bisa bergerak ke yang pengiriman yang swasta ini,” ungkapnya.

Selain mengandalkan pengiriman ke TPA Suwung, pihaknya juga tengah menjajaki kerja sama dengan pihak swasta di Kabupaten Tabanan untuk mempercepat penanganan sampah. Upaya ini diharapkan mampu mencegah penumpukan serupa terjadi kembali di masa mendatang.

Di sisi lain, Bendesa Adat Sempidi, I Gusti Ngurah Martana menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap kerja sama pengelolaan TPS3R dengan pihak ketiga. Evaluasi tersebut akan dilakukan setelah proses penanganan sampah dinyatakan tuntas.

Baca Juga  Arja Klasik “Kembar Buncing” Duta Badung Memukau PKB 2026

Sebelumnya, Martana mengaku belum melihat langkah konkret dari pengelola dalam menangani persoalan sampah. “Tapi jujur saja sampai saat ini belum ada langkah-langkah yang konkrit yang bisa titiang percayai untuk mengatasi hal tersebut,” ujar Martana, Rabu (22/7).

Kekhawatiran masyarakat juga sempat meningkat seiring tumpukan sampah yang berpotensi menimbulkan bau tak sedap dan penyakit. Bahkan pihak desa adat telah bersurat kepada Bupati Badung untuk meminta bantuan penanganan.

“Itu yang saya khawatirkan, makanya titiang (saya) bersurat kepada Pak Bupati tadi supaya kita dibantu untuk mengatasi itu,” ungkapnya.

Martana menambahkan, pihaknya memiliki dasar kuat untuk mengevaluasi hingga memutus kerja sama jika ditemukan pelanggaran dalam kesepakatan, termasuk persoalan penanganan sampah dan hak karyawan.

Baca Juga  Bupati Badung Hadiri Groundbreaking PSEL Denpasar Raya

“Ada banyak yang tidak sesuai dengan isi MoU ya tentu kita punya hak ya untuk memutuskan kerja sama itu,” terangnya.

Dengan mulai diangkutnya sampah ke TPA Suwung, masyarakat kini berharap persoalan ini benar-benar terselesaikan secara tuntas dan tidak kembali terulang.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru