Badung, warnaberita.com – Perjuangan warga Suwung Lemo selama lebih dari 20 tahun akhirnya membuahkan hasil. Jembatan Suwung Lemo yang lama diidam-idamkan kini resmi terwujud berkat komitmen Pemerintah Kabupaten Badung di bawah kepemimpinan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. Jembatan kayu tersebut dinilai sangat vital untuk mendukung aktivitas adat, budaya, dan sosial masyarakat setempat.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri upacara melaspas sekaligus meresmikan Jembatan Suwung Lemo di Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, bertepatan dengan Tumpek Krulut dan Purnama Kapitu, Sabtu (3/1/25). Hadir mendampingi Bupati, anggota DPRD Badung Wayan Luwir Wiana bersama I Made Retha, Plt. Kadis PUPR Badung I Nyoman R. Karyasa, Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta, serta tokoh masyarakat Tanjung Benoa.
Salah satu manfaat utama pembangunan jembatan ini adalah memperlancar prosesi adat, khususnya saat mengantar jenazah menuju setra atau tempat pemakaman. Sebelumnya, warga harus melewati rawa-rawa yang menyulitkan dan berisiko. Dengan jembatan yang dibangun menggunakan anggaran sebesar Rp3,9 miliar ini, aktivitas masyarakat kini menjadi lebih aman dan efisien.
“Kami tidak main-main dan kini terbukti, meskipun di tengah proses pembangunan jalan jembatan kayu ini sempat diragukan, namun dengan komitmen kuat dan dukungan warga Suwung Lemo, sekarang dapat terwujud,” jelas Bupati Adi Arnawa.
Ia berharap kehadiran jembatan ini dapat memberi manfaat luas bagi masyarakat. “Mudah-mudahan dengan adanya jembatan ini akan lebih memudahkan masyarakat dalam beraktivitas dan kedepannya dapat menjadi satu destinasi yang berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat,” jelasnya.
Bupati juga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung menyiapkan lampu penerangan jalan demi meningkatkan keselamatan dan kenyamanan warga yang melintas, terutama pada malam hari.
Pada kesempatan tersebut, Adi Arnawa mengajak masyarakat Suwung Lemo tetap konsisten mendukung program strategis Pemkab Badung, khususnya penanganan sampah berbasis sumber. Pemerintah telah mengoptimalkan TPS3R di desa dan kelurahan, termasuk TPST di tingkat kecamatan, serta mendorong pembangunan teba modern berbasis rumah tangga. Selain itu, satgas penanganan sampah juga telah dibentuk untuk memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
Di akhir sambutannya, Bupati menyatakan dukungannya terhadap keinginan masyarakat Tanjung Benoa untuk mengembangkan Pulau Pudut sebagai destinasi wisata baru yang berkelanjutan.
Sementara itu, tokoh masyarakat Tanjung Benoa, Ketut Widya, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Badung dan Pemkab Badung atas terwujudnya Jembatan Suwung Lemo. Ia menegaskan jembatan tersebut telah lama menjadi harapan masyarakat dan sejak 3 Januari 2026 telah dipelaspas serta diresmikan oleh Bupati Badung. Pihaknya juga mendorong pengembangan Pulau Pudut sebagai objek pariwisata unggulan.(*)
