Friday, April 17, 2026
HomeBALIBadungBupati Adi Arnawa Hadiri Parikrama Tigang Sasih di Padonan

Dorong Pelestarian Tradisi di Tengah Pariwisata

Bupati Adi Arnawa Hadiri Parikrama Tigang Sasih di Padonan

Badung, warnaberita.com – Di tengah pesatnya geliat pariwisata Kuta Utara, semangat menjaga tradisi justru semakin menguat di Desa Adat Padonan.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri Parikrama Tigang Sasih dan Mapetik Mejaya Jaya dalam rangkaian Karya Atma Wedana dan Manusia Yadnya Desa Adat Padonan. Kegiatan sakral tersebut berlangsung di Pura Dalem Desa Adat Padonan, Kuta Utara, Rabu (15/4/26), dan dipuput oleh Ida Pedanda Istri Griya Buduk.

Dalam suasana khidmat, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya yadnya suci tersebut. Ia juga mendoakan agar seluruh rangkaian upacara berjalan lancar serta memberikan penghormatan atas sinergi pendanaan dari Desa Dinas, Desa Adat, hingga LPD Desa Adat Padonan.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Pimpin Korve di Pantai Munggu

“Sebagai pratisentana, kita memiliki kewajiban melaksanakan yadnya sebagai wujud bakti kepada leluhur. Saya berharap Desa Adat Padonan dapat terus mandiri dan mampu menjaga tradisi di tengah perkembangan pariwisata,” ujarnya.

Bupati Adi Arnawa juga mengajak seluruh krama desa untuk aktif menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan. Ia menekankan pentingnya pengelolaan sampah berbasis rumah tangga melalui pemilahan sejak dini. Selain itu, Pemkab Badung disebut terus berupaya mengurai kemacetan dengan membangun ruas jalan baru di titik-titik strategis guna mendukung kenyamanan wisatawan.

Sementara itu, Bendesa Adat Padonan, I Made Sutarma, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung beserta jajaran undangan. Ia menjelaskan bahwa rangkaian upacara telah diawali dengan upacara Ngerit (Ngelungah) pada 31 Maret 2026.

Baca Juga  Pertamina Patra Niaga Pastikan BBM Bersubsidi di Bali Tepat Sasaran

Menurutnya, Karya Atma Wedana merupakan program rutin Desa Adat Padonan yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Tujuannya tidak hanya menjaga tradisi leluhur dan sima dresta, tetapi juga memperkuat kebersamaan serta semangat gotong royong antar krama.

Kegiatan ini juga menjadi solusi untuk meringankan beban masyarakat dalam melaksanakan upacara adat dan Manusa Yadnya secara bersama-sama. Sebelumnya, kegiatan serupa digelar pada 2022 dan seharusnya kembali dilaksanakan pada 2027. Namun, pelaksanaan dimajukan ke tahun 2026 karena adanya rencana pembangunan karya di Pura Desa dan Puseh Desa Adat Padonan.

Dari sisi pendanaan, kegiatan ini didukung Rp 900 juta dari dana Desa Dinas, Rp 200 juta dari Desa Adat, serta tambahan dari sisa hasil usaha LPD Desa Adat Padonan. Dengan skema tersebut, pelaksanaan karya tahun ini tidak membebankan biaya kepada krama desa.

Baca Juga  Ekosistem Terpadu, Bali Mude Jaya Tingkatkan Efisiensi dan Kualitas Jasa Konstruksi di Bali

Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Badung Wayan Sandra, Camat Kuta Utara Putu Eka Parmana, Majelis Madya dan Majelis Alit Kuta Utara, Perbekel Tibubeneng, serta krama Desa Adat Padonan yang antusias mengikuti seluruh rangkaian upacara.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru