Friday, May 1, 2026
HomeEKONOMIKementan Bentuk 33 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian

Kementan Bentuk 33 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian

Jakarta, Warnaberita.com – Kementerian Pertanian (Kementan) resmi membentuk 33 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian yang tersebar di 33 provinsi Indonesia.

Pembentukan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 39 Tahun 2025, guna menghadirkan pendampingan teknologi pertanian di daerah dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan.

Balai Besar tersebut berada di bawah koordinasi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) yang memiliki tugas koordinasi dan pelaksanaan penerapan hasil perakitan dan perekayasaan paket teknologi spesifik lokasi serta modernisasi pertanian.

Kepala BRMP, Fadjry Djufry, menjelaskan bahwa 33 Balai Besar ini merupakan peningkatan status dari Balai Penerapan Modernisasi Pertanian yang telah ada sebelumnya. Perubahan status ini diharapkan memperkuat koordinasi antara pusat dan daerah terutama dalam memperluas program dan kebijakan Kementan di seluruh daerah.

Baca Juga  Jalan-jalan Romantis di Hari Kasih Sayang, Tengok 5 Ide Destinasi yang Bisa Disambangi

“Dengan jaringan kerja yang menjangkau dari pusat hingga daerah, BRMP memainkan peran penting dalam percepatan modernisasi sektor pertanian melalui pengembangan inovasi teknologi, penerapan standar mutu, dan peningkatan kapasitas kelembagaan,” kata Fadjry dikutip dari laman Kementerian Pertanian, Senin (5/1).

Fadjry menerangkan bahwa Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian akan melaksanakan identifikasi dan verifikasi kebutuhan teknologi, perekayasaan, pengujian, diseminasi, penerapan paket teknologi spesifik lokasi, dan model pertanian modern.

Tidak hanya itu, Balai Besar ini juga melaksanakan produksi benih ataupun bibit sumber yang unggul dan tersertifikasi untuk peningkatan produktivitas dan mendukung swasembada pangan berkelanjutan.

Baca Juga  Gubernur Koster Laporkan Raperda Penyertaan Modal BPD Bali ke Mendagri

“Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian hadir untuk memastikan ketersediaan benih dan bibit sumber yang bermutu dan tersertifikasi sebagai fondasi peningkatan produktivitas pertanian, guna mendukung swasembada pangan berkelanjutan dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” ungkap Fadjry.

Fadjry menambahkan bahwa kehadiran Balai Besar ini diharapkan dapat memfasilitasi dan memberikan pendampingan program pembangunan pertanian di daerah. Pemerintah berkomitmen untuk mempercepat modernisasi pertanian di daerah, meningkatkan kapasitas petani dan pelaku usaha, serta mewujudkan pertanian yang produktif, efisien, dan berdaya saing dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya modernisasi dan pemanfaatan teknologi pertanian. Ia menyebut bahwa penerapan teknologi pertanian mampu meningkatkan produksi secara efisien. Ia mendorong agar teknologi unggul dan mekanisasi dapat dimanfaatkan secara luas untuk mendukung kemandirian pangan.

Baca Juga  Tambahan Penyertaan Modal ke BPD Bali Dapat Dukungan

“Kita tidak boleh setengah-setengah dalam meningkatkan produksi pangan. Semua harus berbasis inovasi dan teknologi. Dengan teknologi, produktivitas naik, indeks pertanaman naik, kemudian biaya produksi turun. Inilah pertanian modern, transformasi dari sistem tradisional ke mekanisasi penuh,” ucapnya. (*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru