Sunday, April 12, 2026
HomeBALIBadungBupati Badung Hadiri Melaspas Pura Desa dan Puseh Blahkiuh, Dorong Pelestarian Parahyangan...

Bupati Badung Hadiri Melaspas Pura Desa dan Puseh Blahkiuh, Dorong Pelestarian Parahyangan dan Penanganan Sampah

Badung, warnaberita.com – Suasana sakral menyelimuti rangkaian upacara melaspas dan mendem pedagingan di Pura Desa dan Puseh, Desa Adat Blahkiuh, Selasa (17/2/26). Kegiatan ini digelar sebagai wujud penyucian setelah rampungnya perbaikan pelinggih dan bangunan suci, sekaligus memperkuat sradha dan bhakti krama desa.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama istri Nyonya Rasniathi Adi Arnawa turut mendem pedagingan di Pelinggih Puseh Meru Tumpang Pitu. Upacara dipuput Ida Pedanda Griya Lebah dan dihadiri unsur legislatif, tokoh adat, serta masyarakat. Hadir pula perwakilan DPRD Badung, PHDI Badung, dan Majelis Desa Adat Kabupaten Badung.

Upacara melaspas dilaksanakan serangkaian selesainya renovasi bangunan suci di wilayah Desa Adat Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal. Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Badung menyalurkan hibah pembangunan tiga pura di Blahkiuh, yakni Pura Desa lan Puseh, Pura Penataran, dan Pura Merajapati Gede dengan total Rp12,9 miliar dari APBD. Selain itu, bupati mepunia Rp100 juta dan DPRD Badung Rp10 juta untuk mendukung upacara.

Baca Juga  Akhirnya, Badung Isi Pejabat di RSUD Giri Asih dan RSUD Suwiti

Bupati Adi Arnawa mengaku bersyukur dapat hadir mengikuti rangkaian upacara sakral tersebut. “Upacara melaspas dan mendem pedagingan sebagai penyucian dan pembersihan bangunan suci secara niskala. Semoga melalui upacara ini semua krama diberikan keselamatan, kedamaian dan perlindungan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” terangnya.

Ia menegaskan pentingnya menjaga parahyangan secara berkelanjutan melalui sinergi pemerintah desa, desa adat, dan masyarakat. Nilai sagilik, saguluk, gotong royong, serta peningkatan sradha dan bhakti harus terus diperkuat.

Pada kesempatan itu, Bupati juga mengajak masyarakat mendukung program penanganan sampah. Pemerintah daerah tengah mendorong pengelolaan berbasis sumber melalui teba modern, TPS3R desa, dan TPST kecamatan. “Kami minta masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai. Mari bergotong-royong, mulai budayakan pilah sampah, sehingga penanganan sampah tuntas di sumbernya,” terang Bupati.

Baca Juga  Lampaui UHH 75 Tahun, Krama Badung Terima Penghargaan Rp3 Juta dari Pemkab Badung

Selain infrastruktur dan lingkungan, pemerintah daerah juga menjalankan sejumlah kebijakan sosial. Bantuan hari besar keagamaan Rp2 juta per KK, bantuan ulang tahun bagi warga usia di atas 75 tahun Rp3 juta, serta Rp1 juta per bulan bagi penyandang disabilitas dan gangguan jiwa. Mulai 2026, beasiswa S1 untuk anak petani, Nyoman dan Ketut, serta keluarga berpenghasilan di bawah Rp5 juta akan diluncurkan, termasuk program sekolah gratis bagi siswa SMA negeri dan swasta di Badung.

Bendesa Adat Blahkiuh, Gusti Ngurah Made Oka, menyampaikan apresiasi atas dukungan hibah pemerintah daerah. “Kedepan kami akan selalu mohon dukungan bapak bupati, karena banyak sekali program yang kami laksanakan. Mulai dari karya nyekah massal, perbaikan sejumlah pura hingga rencana karya di Pura Dalem Gede Blahkiuh pada 2028 nanti,” imbuhnya.(*)

Baca Juga  Pemkab Badung Salurkan Bansos Rp1 Juta untuk Disabilitas dan ODGJ

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru