Badung, warnaberita.com – Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, secara resmi membuka Lomba Kreativitas Ogoh-Ogoh PAUD se-Kecamatan Abiansemal dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong di Wantilan Pura Dalem Desa Sedang, Selasa (3/3/26), yang disambut antusias anak-anak dan para guru.
Kegiatan ini menghadirkan anggota DPRD Badung I Gede Budiyoga, Camat Abiansemal, perwakilan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung, Bunda PAUD Kecamatan Abiansemal, Bunda PAUD Kecamatan Kuta Utara, Ketua Forum Perbekel, Perbekel Desa Sedang, serta guru dan anak-anak dari lembaga PAUD dan TK se-Kecamatan Abiansemal.
Dalam sambutannya, Bunda PAUD Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan rasa bangga melihat semangat anak-anak dalam mengekspresikan kreativitas melalui ogoh-ogoh mini. “Parade ogoh-ogoh Paud ini bukan hanya sekedar kegiatan hiburan, namun merupakan upaya nyata untuk menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan anak bangsa terhadap warisan seni, tradisi, dan budaya kita yang kaya,” ujarnya.
Ia menegaskan, tema “Gali Kreativitas Sampah Organik” yang diangkat sangat relevan dengan kondisi Kabupaten Badung saat ini. Edukasi pengelolaan sampah sejak usia dini dinilai penting untuk membangun karakter peduli lingkungan. “Kami berharap dapat mengedukasi anak-anak sejak dini mengenai pentingnya mengolah sampah organik menjadi benda yang bermanfaat dan memiliki nilai guna. Semoga hal ini dapat menanamkan kebiasaan baik serta kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan sejak usia dini,” tambahnya.
Ketua Panitia Ni Putu Indah Mariani menjelaskan, lomba ini menjadi wujud komitmen bersama untuk menyelaraskan nilai adat dan budaya Bali dengan gerakan pelestarian lingkungan. Sebanyak 38 lembaga PAUD dan TK dari seluruh gugus di Kecamatan Abiansemal ambil bagian dalam kegiatan ini.
Panitia menetapkan ketentuan khusus bahwa 95 persen bahan ogoh-ogoh mini harus berasal dari sampah organik. Aturan tersebut mendorong kreativitas sekaligus mengajarkan anak bahwa mencintai budaya tidak harus merusak alam. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang menyenangkan bagi anak-anak.
Melalui lomba kreativitas ogoh-ogoh PAUD ini, Bunda PAUD Badung berharap lahir generasi muda yang tidak hanya mencintai tradisi, tetapi juga memiliki kesadaran kuat untuk menjaga alam sebagai bentuk rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.(*)
