Tuesday, April 7, 2026
HomeBALIGubernur Koster Apresiasi RS Kasih Ibu Berhasil Sembuhkan Pasien WNA

Tingkatkan Citra Pariwisata di Mata Dunia

Gubernur Koster Apresiasi RS Kasih Ibu Berhasil Sembuhkan Pasien WNA

Denpasar, warnaberita.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi pelayanan kesehatan yang dilakukan Rumah Sakit Kasih Ibu kepada seorang Warga Negara Asing (WNA) yang mengalami sakit autoimun sampai berhasil sembuh.

Apresiasi yang disampaikan langsung Gubernur Bali kepada Direktur Rumah Sakit Kasih Ibu, dr. Ni Kadek Dwi Widhyari, MM, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat dunia kepada pariwisata Bali.

“Keberhasilan ini juga akan menjadi promosi kepada negara luar. Terima kasih Rumah Sakit Kasih Ibu atas pelayanannya,” ujar Gubernur Koster saat berdialog bersama WNA asal Norwegia (pasien yang sembuh), Dagny Magdalene Jaeger Markussen di Jayasabha, Minggu (29/3/2026).

Baca Juga  Gubernur Koster Tegaskan Rutin Digelar Tiap Bulan Demi Bali Hijau

Sebelumnya, Dagny Magdalene Jaeger Markussen menceritakan ia mengalami sakit selama 18 tahun, di umur 15 tahun rambutnya mengalami kerontokan, bahkan penyakit dalam yang ia derita tidak bisa diobati di negaranya tinggal (Norwegia).

Pada bulan Oktober tahun 2025 ia memutuskan untuk datang ke Bali, selain berobat, tujuannya ke Bali juga untuk mencari hiburan agar sakit dalam yang dideritanya bisa berkurang.

“Selama saya berobat di Bali, saya diberlakukan secara adil, sekarang kondisi saya membaik, Saya sudah bisa makan, mandi, dan membawa sepeda motor sendiri. Terima kasih RS Kasih Ibu dan Bapak Gubernur Bali, saya selama di Bali mendapatkan kenyamanan dan orangnya ramah–ramah,” ungkap Dagny Magdalene Jaeger Markussen.

Baca Juga  34.047 Bibit Pohon Siap Ditanam

Sebelumnya, dokter yang merawat pasien, dr. Gede Kambayana, Sp. PD-KR di hadapan Gubernur Bali menjelaskan pasien WNA Norwegia, Dagny Magdalene Jaeger Markussen sempat mengeluhkan sakit nyeri pada bagian tubuh yang tidak bisa kami ketahui sakitnya apa, pasien juga mengalami gangguan pernafasan.

“Pada bulan November 2025 kami melakukan investigasi secara mendalam, dan akhirnya dianogsisnya ketemu, dimana pasien mengalami sakit autoimun dan syukurnya kami bisa menanganinya. Meskipun pasien sudah pulih, kami tetap memberikan pelayanan rawat jalan kepada pasien,” lapor dr. Kambayana.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru