Monday, April 27, 2026
HomeBALIBadungPeran AI Kian Besar di Sektor Telekomunikasi

Peran AI Kian Besar di Sektor Telekomunikasi

Mangupura, Warnaberita.com – Peran artificial intelligence (AI) kian besar di sektor telekomunikasi. Untuk itu, penting memiliki solusi ekspansif dan berkelanjutan.

Demikian mengemuka dalam hari kedua perhelatan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2025 belum lama ini di Nusa Dua, Badung.

Para delegasi dari berbagai negara berkumpul untuk berbagi gagasan, menjalin jejaring, dan memperkuat kerja sama dalam ekosistem digital global.

Mengusung tema “Unveiling Technology in Shaping Today’s World”, rangkaian konferensi menghadirkan diskusi mendalam seputar Artificial Intelligence (AI), teknologi imersif, hingga inovasi disruptif.

Para pembicara menekankan kolaborasi dan rasa saling percaya menjadi fondasi penting menghadapi era digital bersama-sama.

Baca Juga  Runway Bandara Ngurah Rai Di-overlay

Salah satu keynote dari Nokia menyoroti peran AI yang kian besar di sektor telekomunikasi, serta pentingnya solusi ekspansif dan berkelanjutan.

Diskusi juga menekankan peluang model bisnis baru. Salah satunya, inisiatif GPU-as-a-service bersama Telin, yang dinilai mampu membuka jalan bagi inovasi industri.

Selain sesi utama, peserta juga mengikuti TelinPRO Insights: Design Thinking Workshop yang berfokus pada pemanfaatan WhatsApp Business dan CPaaS untuk meningkatkan keterlibatan pelanggan.

Workshop ini memberi ruang interaktif bagi pemasar dan pemimpin produk untuk merancang ulang strategi komunikasi dan membuka peluang kolaborasi baru.

Momen penting lainnya adalah Keynote Panel: Unleashing AI – Transforming Operations and Services for the Digital Era yang menghadirkan pemimpin industri dari Microsoft, Telkom Indonesia, Akamai, SoftBank, Salesforce, BT International, dan Tencent Cloud.

Baca Juga  The Suaka Baliaga Dukung Kreativitas Anak Bali

Panel ini membahas potensi AI tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga nilai kolaborasi lintas sektor sebagai penggerak pertumbuhan digital.

Hari kedua juga diwarnai dengan engagement session dari Stanley Manzini (EDCH). Di sini, peserta diajak mengadopsi pola pikir siap masa depan dengan menekankan pentingnya kolaborasi ketimbang kompetisi.

Sementara itu, Expert Spotlight Stage menghadirkan format “silent talks” yang lebih intim bersama Telin EmpowHer, APJII, Biznet, i3Forum, Trade and Invest British Columbia, dan TDI (NeutraDC Nxera Batam), memberi wawasan segar sekaligus membuka ruang percakapan bisnis di area pameran.

BATIC 2025 kembali menegaskan gunanya sebagai wadah yang menyatukan inspirasi, pengetahuan, dan kolaborasi nyata. Melalui kombinasi diskusi formal, workshop, networking, dan interaksi budaya, forum ini memperkuat kemitraan, menumbuhkan persahabatan, dan melahirkan peluang baru bagi ekosistem digital Asia Pasifik. (*)

Baca Juga  Wagub Giri Prasta Tinjau Pengamanan Malam Tahun Baru di Kuta
Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru