Tuesday, May 19, 2026
HomeBALITabananPendaki Hilang di Gunung Batukaru Ditemukan di Jurang Sedalam 90 Meter

Pendaki Hilang di Gunung Batukaru Ditemukan di Jurang Sedalam 90 Meter

Tabanan, warnaberita.com – Upaya pencarian yang sempat dihentikan akhirnya berujung haru. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah pendaki lanjut usia dari jurang curam Gunung Batukaru dengan medan ekstrem dan cuaca berkabut.

Operasi evakuasi jenazah pendaki di Gunung Batukaru akhirnya berhasil dilakukan tim SAR gabungan pada Minggu (10/5/2026). Jenazah ditemukan di jurang dengan kedalaman sekitar 90 meter di ketinggian 1.808 Mdpl, setelah sebelumnya dilaporkan hilang saat pendakian.

Penemuan jenazah terjadi pada Sabtu (9/5/2026) pukul 16.20 Wita. Saat pertama kali ditemukan, muncul dugaan kuat bahwa korban merupakan Made Dibya (84), pendaki yang dilaporkan terpisah dan tersesat di kawasan Gunung Batukaru.

Baca Juga  Alami Keram Kaki Saat Mendaki Gunung Batukaru, Raysa Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) telah menghentikan pencarian setelah operasi berlangsung selama tujuh hari sejak Sabtu (2/5/2026). Namun, laporan temuan jenazah membuat operasi SAR kembali dibuka.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Operator Komunikasi Basarnas Bali langsung berkoordinasi dengan SAR Samapta Polda Bali serta pemandu lokal. Pada pukul 16.40 Wita, lima personel diberangkatkan dari Jimbaran menuju Posko Pendakian Gunung Batukaru. Karena kondisi gelap dan minim pencahayaan, evakuasi diputuskan dilakukan keesokan paginya.

Tim SAR mulai bergerak pukul 08.00 Wita dari ketinggian 1.197 Mdpl menuju lokasi korban. Medan yang berat dan licin membuat perjalanan memakan waktu cukup lama. Pada pukul 10.20 Wita, tim berhasil menjangkau titik koordinat 8°20’46.67″S – 115°5’6.32″E dan menemukan korban di dasar jurang sedalam kurang lebih 90 meter.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Buka Kejuaraan Karate INKAI DANDIM CUP VII 2025 di Tabanan

Proses evakuasi berlangsung penuh kehati-hatian. Medan terjal, bebatuan labil, serta cuaca lembap disertai kabut menjadi tantangan utama. Selain itu, kondisi jenazah yang telah mengalami pembengkakan dan pembusukan organ tubuh turut menyulitkan proses pengangkatan.

Setelah melalui proses yang cukup panjang, pada pukul 11.45 Wita jenazah berhasil dievakuasi dari dasar jurang. Tim kemudian menandu korban secara estafet menuruni Gunung Batukaru menuju Posko SAR Gabungan di Jatiluwih.

Seluruh rangkaian evakuasi selesai pada pukul 13.40 Wita. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans Bhuana Bali Rescue.

Baca Juga  Pemkab Tabanan Turun Langsung Tangani Dampak Longsor di Pujungan Pupuan

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Tim Rescue Basarnas Denpasar, Ditsamapta Polda Bali, Polres Tabanan, Polsek Selemadeg, Polairud, BPBD Tabanan, hingga relawan dan komunitas lokal. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan evakuasi di medan ekstrem Gunung Batukaru.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru