Monday, February 16, 2026
HomeBALITabananAlami Keram Kaki Saat Mendaki Gunung Batukaru, Raysa Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Alami Keram Kaki Saat Mendaki Gunung Batukaru, Raysa Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Tabanan, warnaberita.com – Proses evakuasi dramatis terjadi di Gunung Batukaru, Tabanan, Selasa (9/9/25). Seorang pendaki bernama Raysa (18) mengalami keram kaki saat berada di ketinggian sekitar 1.920 mdpl (Pos 3).

Beruntung, tim SAR gabungan dengan cepat melakukan tindakan hingga korban berhasil dievakuasi dengan selamat.

Kejadian bermula ketika Raysa mendaki bersama tiga rekannya dari Pos Pura Malen sekitar pukul 05.30 Wita. Namun, saat mencapai Pos 3, ia mengeluhkan sakit pada kaki hingga tidak mampu melanjutkan perjalanan. Rombongan pun sepakat membagi tim, dua orang tetap menemani korban di Pos 3, sementara dua lainnya turun untuk meminta bantuan.

Baca Juga  Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Tekankan Implementasi 6 SPM Lewat Lomba Posyandu 2025 di Tabanan

Sekitar pukul 13.30 Wita, kedua pendaki yang turun berhasil bertemu pecalang di bawah. Informasi kemudian diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar.

“Laporan diterima oleh petugas siaga SAR pada pukul 14.05 Wita dan segera ditindaklanjuti,” jelas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Mengingat kondisi hujan yang membuat jalur licin, tim SAR menyiapkan langkah antisipasi dengan memberangkatkan 8 personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng untuk membackup pecalang yang lebih dulu naik ke lokasi.

“Kondisi di lokasi hujan, dikhawatirkan jalurnya licin, dengan kondisi korban yang alami keram kaki, kami perlu antisipasi tim untuk membackup pecalang yang sudah terlebih dahulu menuju ke atas,” terangnya.

Baca Juga  Dinkes Tabanan Gerak Cepat Tangani Pendaki Korban Gigitan Anjing Positif Rabies di Gunung Batukaru

Upaya penyelamatan membuahkan hasil. Pukul 15.40 Wita, pecalang berhasil bertemu korban bersama dua rekannya di ketinggian sekitar 1.500 mdpl. Saat ditemukan, Raysa tampak lelah, kedinginan, dan masih mengeluhkan sakit di bagian kaki. Ia kemudian dibantu turun menuju Pos Pura Malen.

“Setibanya di Pos Pura Malen korban diberikan penanganan medis, mengurangi sampak hipotermia, karena kondisi di lokasi hujan, dingin dan angin kencang,” ujar Sidakarya.

Proses evakuasi berakhir sekitar pukul 17.34 Wita. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Pupuan dengan ambulance untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Operasi SAR ini melibatkan Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, BPBD Tabanan, Polsek Pupuan, Pecalang Adat Pujungan, Pemandu Pujungan, Bali Buana Rescue, staf kecamatan setempat, serta keluarga korban.

Baca Juga  Bupati Tabanan Sanjaya Tinjau Lokasi Bencana di Kediri

Dengan sinergi berbagai unsur, evakuasi berjalan aman meski di tengah cuaca kurang bersahabat.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru