Wednesday, July 22, 2026
HomeBALIBadungTPS3R Sempidi Overload, Sampah Menggunung, Pengolahan Mandek

TPS3R Sempidi Overload, Sampah Menggunung, Pengolahan Mandek

Badung, warnaberita.com – Tumpukan sampah yang menggunung di TPS3R Bumi Resik, Sempidi, Mengwi, Badung mendadak viral di media sosial. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga karena fasilitas yang seharusnya mengolah sampah justru terlihat tidak berfungsi.

Pantauan di lokasi pada Selasa (21/6/2026), memperlihatkan sampah masih tercampur dan menumpuk hingga mendekati pintu masuk bangunan. Aktivitas pemulung yang memilah botol plastik bernilai jual terlihat jelas, namun tidak ada proses pengolahan yang berjalan. Kondisi ini menandakan TPS3R telah mengalami overload.

Informasi di lapangan menyebutkan pengelolaan sampah dilakukan oleh pihak ketiga, Hejotech, yang awalnya direncanakan mengolah sampah residu. Namun keterbatasan alat dan lonjakan volume sampah membuat sistem tidak berjalan optimal.

Desa adat setempat pun bergerak cepat dengan meminta bantuan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung. Rapat koordinasi digelar pada hari yang sama, melibatkan DLHK, pihak pengelola, dan desa adat untuk mencari solusi konkret.

Baca Juga  Bupati Badung Tinjau "Trash Rack" Tukad Mati

Dalam rapat terungkap bahwa TPS3R dibangun melalui proses panjang dengan dukungan dana APBN dan pemerintah daerah. Namun operasional sempat terkendala regulasi pendanaan, sehingga desa menggandeng pihak ketiga untuk pengelolaan.

“Saat itu TPA Suwung ditutup, dan ada pihak ketiga yang ingin bekerjasama sehingga kita lakukan kerjasama dengan pihak ketiga ini,” ujar Bendesa Adat Sempidi I Gusti Ngurah Martana

Namun realita di lapangan jauh dari perhitungan awal. TPS3R yang dirancang melayani 1.700 kepala keluarga dengan estimasi 3 ton sampah per hari, justru menerima hingga 10 ton per hari sejak beroperasi 1 April 2026. Lonjakan ini diduga akibat masuknya sampah dari luar wilayah layanan.

Baca Juga  Dinas Sosial Badung Tegaskan Tidak Pernah Lakukan Penggalangan Dana Lewat Kotak Amal

“Selain itu, ditemukan pula sampah titipan dari masyarakat yang bukan anggota layanan TPS3R sehingga semakin membebani kapasitas pengelolaan,” beber CEO Hejotech.

Persoalan semakin kompleks karena mesin pengolah sampah belum dapat dioperasikan akibat kendala legalitas. Dalam rapat, pengelola diminta segera mengambil langkah cepat.

“Dengan rapat ini kita diminta untuk melakukan langkah cepat, salah satunya harus membersihkan sampah yang ada di TPS3R,” ucapnya.

Sebagai langkah darurat, Hejotech menyiapkan 20 truk untuk mengangkut sampah. Proses pemilahan akan dilakukan saat pengangkutan, dengan komposisi sampah didominasi 80 persen organik dan 20 persen residu.

Di sisi lain, Kepala DLHK Badung Made Rai Warastuthi menegaskan pengelola tidak boleh menunggu mesin beroperasi. Ia meminta langkah konkret segera dilakukan untuk mencegah dampak lingkungan.

Baca Juga  Ini Kuota LPG yang Disiapkan Pertamina

“Melalui langkah tersebut, kita berharap persoalan penumpukan sampah dapat segera teratasi sambil menunggu seluruh sistem pengolahan dan mesin yang direncanakan dapat beroperasi secara optimal,” ucapnya.

DLHK juga mengingatkan rencana pembuangan sampah ke luar daerah harus dipastikan legalitasnya agar tidak menimbulkan persoalan baru.

“Pengola menyebutkan akan membawa sampah ke Tabanan karena sudah ada yang menampung disana. Namun kita pastikan itu legal atau tidak. Jangan sampai sampah kita disana jadi temuan dan ada masalah baru lagi,” ucapnya.

DLHK menegaskan akan mengawasi komitmen pengelola, termasuk rencana pengerahan 20 truk, serta menuntut pertanggungjawaban atas kondisi yang terjadi di TPS3R Sempidi.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru