Tabanan, warnaberita.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali menghadirkan terobosan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Langkah tersebut ditandai dengan pelantikan Direktur Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Taman Budaya yang dipimpin langsung oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., di Wantilan Singasana Rumah Jabatan Bupati, Kamis (13/8/2026).
Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola aset daerah, khususnya fasilitas publik yang selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat, seni, dan budaya di Kabupaten Tabanan.
Dalam kesempatan tersebut, I Gusti Gede Krishagung Sunda Dewata Putra, S.E., resmi dilantik sebagai Direktur BLUD Taman Budaya. Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, S.Sos., Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, para asisten Sekretariat Daerah, pimpinan perangkat daerah terkait, serta Jero Bendesa Adat Kota Tabanan.
Pembentukan BLUD Taman Budaya menjadi salah satu strategi Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk menghadirkan sistem pengelolaan fasilitas publik yang lebih profesional, fleksibel, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat.
Keberadaan BLUD ini diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan berbagai fasilitas, terutama Gedung Kesenian I Ketut Marya. Tidak hanya berfokus pada pemeliharaan bangunan, pengelolaan tersebut juga diharapkan mampu membuka ruang yang lebih luas bagi para seniman, komunitas budaya, serta pelaku ekonomi kreatif di Tabanan.
Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa pembentukan BLUD Taman Budaya bukanlah kebijakan yang lahir secara tiba-tiba. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan jawaban atas berbagai persoalan yang selama ini muncul dalam pengelolaan fasilitas publik.
“Ini adalah ada sebuah ide gagasan dan terobosan pemerintah kabupaten Tabanan yang sangat luar biasa demi pelayanan masyarakat Tabanan yang kita cintai,” katanya
Bupati Sanjaya menilai, membangun fasilitas saja tidak cukup. Pemerintah juga harus memastikan fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara maksimal dan dikelola secara berkelanjutan.
Ia juga mengakui bahwa proses birokrasi yang panjang sering kali menjadi tantangan dalam pengelolaan berbagai fasilitas umum dan sosial.
“Jujur kita akui, selama saya menjadi Wakil Bupati dua periode, banyak yang saya lihat perlu dioptimalisasi dalam pelayanan. Pemerintah memang mampu membangun berbagai fasilitas umum dan fasilitas sosial, tetapi dalam pengelolaan dan pemeliharaannya terkadang masih terkendala birokrasi yang cukup panjang. Ini bukan karena OPD tidak baik, tetapi proses birokrasi tersebut yang terkadang membuat pelayanan menjadi terhambat,” jelasnya.
Sebagai contoh, Bupati Sanjaya menyoroti pengelolaan Gedung Kesenian I Ketut Marya yang membutuhkan perhatian dari berbagai aspek. Mulai dari kebersihan, pemeliharaan, penerangan, keamanan, hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan seni dan budaya.
Menurutnya, tanggung jawab yang begitu luas tidak cukup jika hanya dibebankan kepada satu perangkat daerah. Karena itu, dibutuhkan pola pengelolaan yang lebih inklusif, responsif, dan mampu bergerak lebih cepat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Melalui sistem BLUD, pemerintah berharap setiap sumber pendapatan yang dihasilkan dari pengelolaan fasilitas dapat kembali dimanfaatkan untuk mendukung pemeliharaan dan pengembangan kawasan.
Tidak hanya itu, berbagai kegiatan yang berlangsung di kawasan Gedung Kesenian I Ketut Marya juga terbukti memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Aktivitas seni dan budaya mampu mendorong peningkatan pendapatan dari sektor parkir, UMKM, hingga pelaku usaha di sekitar lokasi.
Bupati Sanjaya meyakini, kehadiran BLUD Taman Budaya akan menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi daerah.
Ke depan, pola pengelolaan serupa juga berpeluang diterapkan pada fasilitas lain yang masih dikelola pemerintah, dengan tetap menyesuaikan ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Menutup sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan ucapan selamat kepada Direktur BLUD Taman Budaya yang baru dilantik. Ia berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan ketulusan demi mewujudkan pengelolaan Taman Budaya yang semakin baik.
Dengan hadirnya BLUD Taman Budaya, Pemerintah Kabupaten Tabanan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi dalam pelayanan publik, sekaligus menjadikan fasilitas daerah sebagai ruang yang produktif, berdaya guna, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(*)
