Monday, August 31, 2026
HomeBALIBadungBupati Adi Arnawa Tegaskan Komitmen Jaga Adat dan Budaya Bali di Tengah...

Bupati Adi Arnawa Tegaskan Komitmen Jaga Adat dan Budaya Bali di Tengah Modernisasi

Badung, warnaberita.com – Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, masyarakat Bali dituntut tidak hanya mengejar kemajuan ekonomi, tetapi juga menjaga identitas adat dan budayanya. Pesan tersebut disampaikan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat menghadiri rangkaian upacara adat dan keagamaan Ngaben Kinembulan, Ngaben Ngerit, dan Atma Wedana di Desa Adat Jagapati, Kecamatan Abiansemal, Badung, Senin (31/8/2026).

Karya Pitra Yadnya yang digelar secara massal tersebut berlangsung dengan semangat gotong royong seluruh krama Desa Adat Jagapati. Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat turut hadir, di antaranya anggota DPRD Provinsi Bali I Made Bawa, anggota DPRD Badung I Gede Budiyoga, Plt. Camat Abiansemal, Perbekel Jagapati, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa mengapresiasi kebersamaan krama dalam melaksanakan karya Pitra Yadnya secara massal. Menurutnya, pelaksanaan upacara secara gotong royong bukan hanya menjadi bentuk bakti kepada leluhur, tetapi juga memperkuat persatuan dan rasa nyama braya.

Baca Juga  HUT ke-81 RI, K3S Badung Berikan Bingkisan untuk 85 Veteran dan Sambangi Warga Disabilitas

“Pelaksanaan karya seperti ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Bali masih tetap kuat. Selain sebagai bentuk bakti kepada leluhur, karya Pitra Yadnya ini juga menjadi momentum untuk mempererat persatuan serta menjaga nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita,” ujarnya.

Adi Arnawa menegaskan, pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pelestarian kearifan lokal. Pemerintah Kabupaten Badung, kata dia, akan terus memfasilitasi kegiatan adat, agama, dan budaya melalui APBDes maupun bantuan hibah daerah dengan tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku.

“Pemerintah Kabupaten Badung memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung kegiatan adat, agama, dan budaya masyarakat. Namun dalam penyaluran bantuan, kita tetap harus mengikuti mekanisme, tahapan, dan aturan yang berlaku agar semuanya berjalan secara transparan, akuntabel, dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” tegasnya.

Baca Juga  Bupati Resmikan Lapangan dan Taman Desa Adat Angantaka

Sementara itu, Manggala Karya sekaligus Ketua Panitia menjelaskan, Ngaben Ngerit Massal merupakan agenda rutin yang digelar setiap lima tahun. Pelaksanaan secara massal dinilai menjadi salah satu cara menjaga efisiensi sekaligus mempertahankan tradisi di tengah perubahan zaman.

Seluruh sarana upakara dan uparengga dikerjakan secara mandiri oleh krama desa. “Pengabenan Ngerit ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali dan digerakkan sepenuhnya oleh kesadaran serta semangat gotong royong krama. Seluruh sarana upakara dan uparengga dikerjakan secara mandiri oleh krama desa sebagai wujud kebersamaan,” ungkapnya.

Panitia juga menyampaikan penggunaan dana secara transparan. Sumber pembiayaan berasal dari urunan krama sebesar Rp107.100.000, punia donatur Rp130.000.000, serta bantuan APBDes senilai Rp310.000.000.

Baca Juga  Wabup Badung Terima Bantuan 110 Tong Komposter

Rangkaian upacara telah berlangsung selama tiga bulan. Prosesi Pengaskaran dijadwalkan pada 2 September, sedangkan puncak Ngaben akan dilaksanakan pada 3 September 2026.

“Harapan kami, tradisi ini tetap dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Di tengah tantangan modernisasi, kita harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas, adat, dan budaya Bali yang menjadi jati diri kita,” pungkasnya.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular