Badung, warnaberita.com – Tidak sekadar bersembahyang, Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung memilih merayakan Rahina Tilem Ketiga dengan aksi nyata menjaga alam sekaligus berbagi kepada sesama.
WHDI Kabupaten Badung bersama pengurus WHDI Kecamatan Abiansemal menggelar aksi sosial dan persembahyangan bersama di Kawasan Suci Pura Taman Mumbul, Desa Adat Sangeh, Jumat (11/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengimplementasikan nilai-nilai Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua WHDI Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia didampingi Bendesa Adat Sangeh I Gusti Agung Bagus Adi Wiputra dan Perbekel Sangeh I Made Werdiana.
Yunita mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda spiritual, tetapi juga media edukasi bagi para pengurus dan masyarakat untuk menerapkan filosofi kehidupan umat Hindu Bali secara konkret.
“Kami pengurus WHDI Kabupaten Badung bersama dengan pengurus WHDI Kecamatan Abiansemal pada hari ini, Rahina Tilem Ketiga, melaksanakan aksi sosial dan persembahyangan bersama di Pura Taman Mumbul, Desa Adat Sangeh. Tujuan dari kegiatan ini adalah bagaimana kami menerapkan dan mengajarkan bahwa ajaran Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Implementasi Tri Hita Karana diwujudkan melalui sejumlah aksi. Jajaran WHDI melakukan penaburan benih ikan dan penanaman pohon sebagai wujud Werti Pratiwi. Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan persembahyangan bersama dan aksi mereresik atau membersihkan lingkungan pura.
Tidak berhenti pada pelestarian lingkungan, WHDI juga menunjukkan kepedulian sosial dengan menyerahkan paket sembako kepada para pemangku dan pengelola Pura Taman Mumbul.
Menurut Yunita, kegiatan di kawasan suci tersebut diharapkan mampu menumbuhkan vibrasi positif yang berdampak luas bagi kehidupan masyarakat Badung. Ia juga berharap momentum Tilem menjadi pengingat pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia, Tuhan, dan alam.
“Berkaitan dengan hal ini, para pengurus WHDI Jagat Badung melaksanakan Tri Hita Karana di tempat ini. Semoga ini menjadi wujud bakti kita bersama kepada Ida Sesuhunan, semoga kita semua diberikan kerahayuan, kerahajengan, serta Jagat Badung diberikan kedamaian, kebersamaan, dan kemakmuran,” tambahnya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan antar-pengurus WHDI di Kabupaten Badung. Lebih jauh, aksi sosial dan spiritual ini meneguhkan peran perempuan Hindu dalam kehidupan masyarakat Bali.
WHDI diharapkan terus menjadi salah satu kekuatan dalam menjaga serta melestarikan seni, adat, budaya, tradisi, dan agama Hindu. Melalui kegiatan yang menyentuh aspek spiritual, sosial, dan lingkungan, nilai-nilai tersebut tidak hanya disampaikan melalui pesan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata.(*)
