Saturday, September 19, 2026
HomeBALITabananDorong Penguatan PAD, Bupati Sanjaya Bidik Kemandirian Fiskal

Dorong Penguatan PAD, Bupati Sanjaya Bidik Kemandirian Fiskal

Tabanan, warnaberita.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan memperkuat langkah menuju kemandirian fiskal dengan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Seluruh perangkat daerah penghasil diminta lebih aktif menggali potensi penerimaan sekaligus memperkuat sinergi dalam pengelolaan pendapatan.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., dalam kegiatan Sosialisasi Optimalisasi Sinergi Pendapatan Asli Daerah guna Mewujudkan Kemandirian Fiskal Kabupaten Tabanan, di Ruang Rapat Jayaning Singasana, Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Sekda Tabanan bersama para asisten, kepala perangkat daerah dan kepala bagian, narasumber, serta peserta sosialisasi. Sebanyak 155 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari perangkat daerah penghasil, perangkat daerah terkait pengelolaan pendapatan, hingga pejabat dan staf yang menangani pajak serta retribusi daerah.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Lantik Direktur BLUD Taman Budaya

Pemkab Tabanan menggelar sosialisasi ini sebagai langkah strategis menghadapi dinamika kebijakan pemerintah pusat, termasuk efisiensi dana transfer. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk lebih kreatif, inovatif, dan terukur dalam mengembangkan sumber penerimaan lokal.

Melalui forum tersebut, Pemkab Tabanan membahas potensi pendapatan daerah, menyamakan pemahaman mengenai aspek hukum dan teknis, serta memperkuat koordinasi antarperangkat daerah. Sosialisasi menghadirkan Raden An’an Andri Hikmat, S.R.A.P., M.M., Direktur Pembiayaan Perumahan Perdesaan pada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman yang sebelumnya bertugas di Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri.

Dalam sambutan Bupati Sanjaya yang dibacakan Wakil Bupati Dirga, disebutkan bahwa ketersediaan pendanaan menjadi bagian penting untuk menopang pembangunan sekaligus mencapai visi dan misi Kabupaten Tabanan.

Baca Juga  Duta Tabanan Borong 18 Prestasi di UDG Bali XXXIII, Generasi Muda Buktikan Budaya Tetap Bertumbuh

Namun, perubahan kebijakan terkait efisiensi dana transfer pusat membuat daerah harus semakin mampu berdiri di atas kekuatan fiskalnya sendiri.

“Kemandirian fiskal bukan sekadar indikator angka-angka statistik di atas kertas APBD, tetapi lebih dari itu merupakan wujud kedaulatan daerah dalam menentukan arah pembangunannya sendiri,” tegasnya.

Menurut Sanjaya, meningkatnya derajat kemandirian fiskal akan memberikan ruang lebih luas bagi pemerintah daerah dalam menyusun program yang berpihak kepada masyarakat. Karena itu, PAD harus diperkuat sebagai salah satu fondasi pembiayaan pembangunan daerah.

Ia juga meminta seluruh jajaran Pemkab Tabanan meninggalkan ego sektoral dan membangun kolaborasi dalam mengidentifikasi peluang pendapatan.

“Jangan hanya pandai mengusulkan anggaran belanja, tetapi harus kreatif dan inovatif dalam menggali serta meningkatkan potensi pendapatan di sektor masing-masing,” pesannya.

Baca Juga  Kasus DBD di Tabanan Turun Drastis, Dinkes Ajak Warga Tetap Waspada di Musim Pancaroba

Sanjaya menegaskan, peningkatan PAD bukan hanya tanggung jawab satu perangkat daerah. Seluruh elemen Pemkab Tabanan memiliki peran sesuai tugas dan kewenangannya masing-masing.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Tabanan, Ni Wayan Mariati, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi perangkat daerah dalam mempercepat pengelolaan pendapatan. Pemkab Tabanan akan mendorong evaluasi kebijakan dan regulasi, inventarisasi kendala, pemutakhiran data, penggalian potensi, penagihan, hingga pengawasan.

“Kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong transformasi tata kelola dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi penerimaan daerah serta memperkuat sinergi antarinstansi dalam akselerasi penerimaan daerah,” jelasnya.

Langkah tersebut diharapkan mampu membuat pengelolaan pendapatan Tabanan semakin efektif dan transparan, sekaligus memperkuat kapasitas fiskal daerah untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular