Badung, warnaberita.com – Pertumbuhan pariwisata yang semakin pesat di Kuta Utara membawa konsekuensi baru. Kemacetan, kebersihan, keamanan, hingga keberadaan penduduk non-permanen kini menjadi tantangan yang harus dihadapi secara bersama-sama.
Kondisi inilah yang mendorong Pemerintah Kabupaten Badung memperkuat peran aparat di tingkat lingkungan sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas bagi Kepala Lingkungan (Kaling) dan Kelian Banjar Dinas se-Kecamatan Kuta Utara di Ruang Rapat Kantor Camat Kuta Utara, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari hingga Kamis, 20 Agustus 2026, ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur di tingkat lingkungan, sekaligus menyamakan persepsi dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pelayanan kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa Kuta Utara memiliki posisi yang sangat strategis karena mencakup tiga kelurahan dan tiga desa. Wilayah tersebut saat ini berkembang menjadi salah satu pusat destinasi pariwisata unggulan di Kabupaten Badung.
“Karena Kuta Utara merupakan daerah pariwisata yang terus berkembang, tentu tantangan ke depan juga semakin besar. Mulai dari kemacetan, kebersihan lingkungan hingga persoalan keamanan dan kriminalitas,” ujarnya.
Menurutnya, pertumbuhan sektor pariwisata harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan publik serta penguatan daya dukung wilayah. Dengan begitu, pariwisata yang berkembang tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan yang tertib, aman, dan nyaman.
“Kalau pariwisata kita berkembang dan berkualitas, tentu akan semakin banyak orang datang, berinteraksi maupun bekerja. Ibaratnya, kalau ada gula, semut akan datang,” ungkap Bupati.
Adi Arnawa menilai Kaling dan Kelian Banjar Dinas memiliki peran yang sangat penting karena menjadi ujung tombak pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, ia meminta seluruh aparatur di tingkat lingkungan bekerja secara tulus, ikhlas, transparan, dan tetap berpedoman pada kewenangan yang dimiliki.
Salah satu poin yang mendapat perhatian khusus dalam kegiatan tersebut adalah pendataan penduduk non-permanen. Bupati Badung secara tegas menginstruksikan seluruh Kaling dan Kelian Banjar Dinas untuk memperketat pendataan, terutama terhadap penduduk yang tinggal di rumah kos.
Langkah tersebut dinilai sangat penting untuk memastikan validitas data kependudukan, meningkatkan ketertiban administrasi, sekaligus memperkuat sistem deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan di lingkungan masyarakat.
Selain itu, Bupati juga meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Badung untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan tetap mengacu pada regulasi yang berlaku.
“Yang paling penting adalah kita terbuka dan bersama-sama menyamakan persepsi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Bupati Badung.
Tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, Pemerintah Kabupaten Badung juga terus mendorong pembangunan infrastruktur untuk mendukung keberlanjutan sektor pariwisata di Kuta Utara.
Menurut Adi Arnawa, pembangunan sejumlah ruas jalan baru diharapkan mampu mengurangi kemacetan yang selama ini menjadi salah satu persoalan utama di kawasan tersebut. Selain itu, infrastruktur yang memadai juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Kasi Pemerintahan Kecamatan Kuta Utara, Gede Bayu Pramana, menjelaskan bahwa pelaksanaan Bimtek mengacu pada berbagai regulasi daerah dan undang-undang terkait administrasi kependudukan.
“Bimtek ini diikuti oleh 89 peserta, yang terdiri dari 46 Kepala Lingkungan dan 43 Kelian Banjar Dinas se-Kecamatan Kuta Utara,” papar Gede Bayu.
Selama tiga hari, peserta akan mendapatkan berbagai materi penting, mulai dari administrasi kependudukan, peran Kaling dan Kelian dalam pemerintahan, sistem pengolahan sampah terpadu, hingga penegakan peraturan daerah.
Selain itu, peserta juga akan dibekali materi terkait bantuan sosial, pendataan wajib pajak melalui Sistem Informasi Objek Pajak Daerah (SIOPD), perizinan bangunan dan usaha, hingga mekanisme penanganan warga negara asing (WNA).
Kegiatan pembukaan Bimtek turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kuta Utara, narasumber dari organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, serta para lurah dan perbekel se-Kecamatan Kuta Utara.(*)
