Jembrana, warnaberita.com – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati Gede Ngurah Patriana Krisna menyerahkan bantuan bedah rumah kepada empat keluarga di Kecamatan Melaya, Rabu (17/9/25).
Program ini merupakan kolaborasi antara Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdes Bersama) Tunas Mekar Sejahtera Jaya dengan Lembaga Keuangan Desa (LKD) Kecamatan Melaya.
Setiap unit rumah yang dibangun berukuran 6 x 3 meter dengan fasilitas dua kamar tidur dan satu kamar mandi. Anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 35 juta per unit. Penyerahan simbolis dilakukan di rumah milik I Putu Ari Wiastika di Desa Candikusuma. Tiga penerima lainnya yakni I Wayan Tantra dari Desa Melaya, I Wayan Loken dari Desa Tuwed, dan I Gede Diantara dari Desa Tukadaya.
Bupati Kembang menyampaikan apresiasi atas kontribusi Bumdes Bersama dan LKD dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Ia berharap program ini bisa terus berlanjut dan menyasar lebih banyak keluarga.
“Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat menjadi langkah awal untuk kehidupan yang lebih baik. Tahun depan semoga bisa meningkat bantuannya,” ujar Bupati Kembang.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan motivasi agar masyarakat mampu mengelola keuangan keluarga dengan bijak.
“Mari kita hitung berapa pendapatan dan pengeluaran yang kita alami, ini adalah masalah yang banyak dihadapi di berbagai kalangan. Jika pengeluaran lebih banyak, maka kita harus lebih giat menyari kerja dan melihat peluang disekitar,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat Bumdes Bersama LKD Kecamatan Negara, I Wayan Ardana, SH menjelaskan bahwa program bedah rumah ini bersumber dari dana Sisa Hasil Usaha (SHU) Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Bumdes Bersama LKD tahun anggaran 2024.
“Setiap rumah mendapatkan bantuan sebesar Rp 35 juta, dan ini merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung program pengentasan kemiskinan,” terang Ardana.
Selain bantuan bedah rumah, Bumdes Bersama LKD juga menyalurkan bansos berupa paket sembako bagi 20 Rumah Tangga Miskin (RTM). Acara diakhiri dengan penanaman bibit kakao super sebanyak 15 pohon di halaman rumah penerima bantuan, yang diharapkan mampu menambah penghasilan keluarga.
Program ini menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah daerah, lembaga desa, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.(*)
