Thursday, April 30, 2026
HomeBALIBadungPemdes Darmasaba Gelar Diskusi “Bicara Darmasaba-Darmasaba Bicara”

Bahas Tanggung Jawab Pengelolaan Sampah

Pemdes Darmasaba Gelar Diskusi “Bicara Darmasaba-Darmasaba Bicara”

Badung, warnaberita.com – Pemerintah Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, menggelar acara diskusi publik bertajuk “Bicara Darmasaba – Darmasaba Bicara” di TPS 3R Pudak Mesari, Selasa (28/10/25).

Acara yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube ini mengusung tema “Sampah Kita, Tanggung Jawab Siapa?” dan berlangsung sejak pukul 18.00 hingga 21.00 WITA.

Diskusi tersebut menghadirkan berbagai pihak, di antaranya Camat Abiansemal Ida Bagus Putu Mas Arimbawa, Anggota DPRD Badung Putu Sekarini, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, serta para aktivis muda dan jurnalis media daring. Perbekel Darmasaba, Ida Bagus Surya Prabhawa Manuaba, memandu jalannya diskusi dan memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan ide dalam menanggulangi masalah sampah.

Baca Juga  Bupati Badung Pimpin Aksi Bersih Sampah Laut di Pantai Kedonganan

Perwakilan DLHK Badung, Gede Suantara, menegaskan bahwa kondisi Badung kini sudah masuk tahap darurat sampah. “Badung secara umum sejatinya darurat sampah, karena TPA Suwung sudah ditutup dari sampah organik dan akan ditutup permanen akhir tahun. Badung tidak memiliki TPA,” ujarnya.

Data menunjukkan, sepanjang tahun 2024 produksi sampah di Kabupaten Badung mencapai 547 hingga 600 ton per hari. Menurut Suantara, berbagai upaya telah dilakukan, termasuk pembangunan TPS 3R seperti di Desa Darmasaba.

“Dengan ini semoga kita di Badung bisa mengelola sampah dari sumbernya. Karena jika tidak tertangani maka selamanya sampah akan menjadi musibah. Sampah baru bisa menjadi berkah bila diolah,” tegasnya.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Sementara itu, staf TPS3R Pudak Mesari mengungkapkan suka duka selama tiga tahun mengolah sampah. Dalam periode tersebut, TPS3R berhasil menjual dan menyalurkan 45 ton kompos ke masyarakat, bahkan hingga ke Kabupaten Buleleng. Dari hasil itu, TPS3R Pudak Mesari turut menjadi sumber pendapatan asli desa dengan nilai mencapai Rp760 juta.

Meski demikian, Perbekel Darmasaba mengakui TPS 3R belum berjalan maksimal. “Lahan TPS hanya 10 are, sementara jumlah penduduk lebih dari 10.000 jiwa. Seharusnya hanya bisa melayani 500 KK, tapi kini sudah menampung 615 KK. Ini sudah melebihi kapasitas,” ujarnya.

Camat Abiansemal, Ida Bagus Putu Arimbawa, menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam pengelolaan sampah.

Baca Juga  Wabup Pastikan Pengelolaan Bahan Kompos Sesuai Standar

“Kita sering menyalahkan masyarakat kurang sadar, padahal kesadaran itu harus dibangun sejak dini. Kita semua harus menjadi duta dan contoh bagi masyarakat,” tegasnya.

Usai kegiatan, Perbekel Surya Prabhawa Manuaba menegaskan pentingnya data dalam setiap diskusi publik. “Setiap pembahasan, terutama yang menyangkut masalah krusial seperti sampah, harus berbasis data agar solusi yang muncul terukur dan bisa diterapkan,” jelasnya.

Ia menutup diskusi dengan menekankan pentingnya tanggung jawab bersama. “Mengangkat tema ‘Sampah Kita, Tanggung Jawab Siapa?’ merupakan langkah penting memantik kesadaran dan gotong royong seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru