Badung, warnaberita.com – Pemerintah Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dalam Lomba Administrasi Tata Kelola Pemerintahan Desa, Darmasaba berhasil meraih peringkat terbaik I Regional II tingkat nasional.
Penghargaan Pemerintahan Desa dan Kelurahan Award Tingkat Nasional tersebut diserahkan bertepatan dengan peringatan Hari Desa Nasional, 15 Januari 2026. Raihan ini sekaligus mengulang keberhasilan Kabupaten Badung pada 2017, saat Desa Kutuh menyabet juara pertama dalam ajang serupa.
Perbekel Darmasaba, Ida Bagus Surya Prabawa Manuaba, mengatakan capaian juara nasional ini diraih setelah melalui proses penilaian panjang yang berlangsung sejak Maret hingga November 2025.
“Dari Badung kami menang pada 2024, kemudian naik ke tingkat provinsi dan kembali meraih juara. Selanjutnya mengikuti lomba tingkat nasional dan Darmasaba masuk Regional II,” ujar Surya Prabawa saat dikonfirmasi, Selasa (20/1/26).
Ia menjelaskan, terdapat 14 item penilaian dalam lomba tersebut, di antaranya tata kelola pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, inovasi desa, laporan keuangan, serta aspek administrasi lainnya. Seluruh unsur pemerintahan Desa Darmasaba turut terlibat aktif dalam proses penilaian.
“Ada 14 bab penilaian dengan total ratusan halaman yang harus disiapkan. Prosesnya berlangsung dari Maret sampai November 2025,” ungkapnya.
Untuk tim penilai, Surya Prabawa menyebutkan terdiri dari wartawan nasional, unsur intelijen, serta Dirjen Bina Pemerintahan Desa dari kementerian terkait. Meski meraih prestasi tertinggi, pihaknya menegaskan tidak akan berpuas diri.
“Ke depan tetap akan kami lakukan evaluasi mendalam, baik di bidang pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, maupun kewilayahan,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan kesiapan Desa Darmasaba menerima kunjungan desa lain yang ingin belajar. “Kami siap menerima kunjungan, karena sebelumnya pun sudah banyak desa yang datang untuk belajar, termasuk desa-desa yang akan mewakili kabupaten masing-masing,” terangnya.
Lebih lanjut, Surya Prabawa mengapresiasi kerja keras seluruh perangkat desa dan lembaga desa yang terlibat. “Euforia pasti ada, tapi ke depan tentu masih banyak hal yang harus kami perbaiki agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” pungkasnya.(*)
