Friday, April 17, 2026
HomeBALIBadungRekayasa Lalu Lintas Kerobokan Kelod Efektif, Waktu Tempuh Turun Drastis

Rekayasa Lalu Lintas Kerobokan Kelod Efektif, Waktu Tempuh Turun Drastis

Badung, warnaberita.com — Rekayasa lalu lintas satu arah yang diterapkan di wilayah Kerobokan Kelod menunjukkan hasil yang sangat signifikan dalam mengurai kemacetan. Berdasarkan hasil pemodelan jaringan lalu lintas menggunakan aplikasi PTV VISUM yang dilakukan Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, kinerja jaringan jalan mengalami peningkatan tajam, terutama dari sisi waktu tempuh dan kecepatan kendaraan.

Sebelum rekayasa lalu lintas diberlakukan, rata-rata waktu tempuh perjalanan di kawasan tersebut mencapai sekitar 19,8 menit. Setelah skema satu arah diterapkan, waktu tempuh turun drastis menjadi hanya 4,93 menit. Tak hanya itu, kecepatan rata-rata kendaraan juga melonjak signifikan, dari sebelumnya 7,35 km/jam menjadi 39,9 km/jam.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Pimpin Korve di Pantai Munggu

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengapresiasi langkah Dinas Perhubungan Kabupaten Badung dalam menerapkan rekayasa lalu lintas ini. Saat ditemui di Kantor Bupati, Puspem Badung, Rabu (21/1), ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan kemacetan, khususnya di kawasan padat aktivitas.

Bupati juga menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas di wilayah Kerobokan Kelod akan terus dilanjutkan hingga 14 Februari mendatang sebagai bagian dari tahap uji coba dan evaluasi.

“Secara keseluruhan, penerapan rekayasa lalu lintas satu arah di wilayah Kerobokan Kelod menunjukkan peningkatan kinerja jaringan jalan yang signifikan, khususnya dalam hal efisiensi waktu tempuh dan peningkatan kecepatan perjalanan, meskipun terdapat penurunan nilai aksesibilitas yang perlu menjadi perhatian dalam tahap evaluasi lanjutan. Ini bentuk komitmen serius kami Pemkab. Badung dalam mengatasi permasalahan kemacetan ini. Saya harapkan masyarakat mengikuti dan mulai terbiasa dengan rekayasa ini, demi kenyamanan dan ketertiban kita bersama,” ujarnya.

Baca Juga  Bali Bergerak Bersama, 22 Proyek Strategis Digeber

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma menjelaskan bahwa pemodelan jaringan lalu lintas menggunakan PTV VISUM merupakan metode perencanaan, analisis, dan simulasi transportasi pada skala makroskopis, seperti kota atau wilayah.

Ia mengungkapkan, hasil pemodelan menunjukkan penurunan waktu tempuh perjalanan yang sangat signifikan pada skenario satu arah, yakni sebesar 78,33 persen dibandingkan kondisi sebelum rekayasa lalu lintas diterapkan.

“Kecepatan rata-rata perjalanan pada skenario rekayasa satu arah mengalami peningkatan yang sangat signifikan, yaitu sebesar 442,86% dibandingkan kondisi sebelum rekayasa. Aksesibilitas jaringan pada skenario rekayasa satu arah mengalami penurunan sebesar 14,06% dibandingkan kondisi sebelum rekayasa yang menunjukan jarak tempuh semakin meningkat,” jelasnya.

Baca Juga  Bupati dan Wakil Bupati Badung Turun Tangan Tinjau Penanganan Banjir

Dishub Badung memastikan hasil evaluasi ini akan menjadi dasar penyempurnaan kebijakan lalu lintas ke depan, sekaligus menyesuaikan kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah Kerobokan dan sekitarnya.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru