Badung, warnaberita.com – Upaya menekan stunting di Badung terus digencarkan dari tingkat desa. Salah satunya lewat Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang kini menyasar ibu hamil dan balita di Desa Getasan.
Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri kegiatan penyaluran paket olahan ikan melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Balai Banjar Buangga, Desa Getasan, Kecamatan Petang, Rabu (13/5/26). Program ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam mencegah kekurangan gizi serta menekan angka stunting.
Kegiatan tersebut melibatkan lintas organisasi perangkat daerah. Hadir dalam kesempatan itu Plt. Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Badung I Wayan Raka Suarjaya yang mewakili Kepala Dinas Perikanan, bersama perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan, serta DP2KBP3A Kabupaten Badung. Turut hadir Sekcam Petang I Nyoman Wirya, Ketua TP PKK Kecamatan Petang Nyonya Supadmi Darma Putra, Perbekel Desa Getasan I Wayan Suandi, tokoh masyarakat, serta anak-anak penerima manfaat.
Dalam sambutannya, Rasniathi Adi Arnawa menegaskan pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber gizi utama bagi masyarakat, khususnya anak-anak. “Gemarik merupakan program strategis pemerintah untuk meningkatkan kecerdasan dan kesehatan masyarakat. Ikan kaya akan zat gizi yang sangat dibutuhkan tubuh. Melalui momentum ini, saya mengajak seluruh masyarakat Badung, khususnya anak-anak, untuk membiasakan diri mengonsumsi ikan sejak dini agar menjadi budaya positif bagi generasi penerus,” ujarnya.
Program ini menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan masyarakat berpotensi stunting di Desa Getasan. Sebanyak 200 paket olahan ikan disalurkan langsung kepada penerima manfaat sebagai bagian dari intervensi gizi berbasis pangan lokal.
Perbekel Desa Getasan, I Wayan Suandi, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap warganya. Ia menjelaskan bahwa desa yang merupakan pemekaran dari Desa Carangsari ini memiliki sekitar 2.200 jiwa dengan 750 kepala keluarga, di mana sebagian besar bekerja sebagai petani lahan basah.
“Kami berharap program pemberian makanan tambahan berupa olahan ikan untuk mencegah stunting ini dapat terus berkelanjutan. Pemerintah Desa Getasan berkomitmen untuk ikut mengawal anggaran melalui APBDes agar program serupa bisa terus berjalan bagi masyarakat berpotensi stunting, ibu hamil, dan balita di desa kami,” jelasnya.
Sementara itu, Plt. Sekretaris Dinas Perikanan Badung, I Wayan Raka Suarjaya, menambahkan bahwa kandungan Omega-3 dalam ikan sangat berperan penting dalam perkembangan otak anak. Selain penyaluran bantuan, pihaknya juga terus mendorong peningkatan produksi ikan lokal.
“Selain penyaluran paket olahan, Dinas Perikanan Badung juga terus mendorong peningkatan produksi ikan lokal. Salah satunya melalui program pemberian bibit ikan gratis kepada masyarakat dan kelompok pembudidaya. Kami juga mendorong pemanfaatan area persawahan lewat sistem Mina Padi (padi dan ikan) agar produksi ikan di Badung semakin optimal,” ucapnya.
Melalui program Gemarikan, Pemkab Badung berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi ikan terus meningkat, sekaligus memperkuat upaya penurunan angka stunting secara berkelanjutan.(*)
