Saturday, June 20, 2026
spot_img
HomeBALIBadungJanger “Bima Swarga” Sukses Curi Perhatian Penonton

Duta Kabupaten Badung Memukau di PKB XLVIII

Janger “Bima Swarga” Sukses Curi Perhatian Penonton

Denpasar, warnaberita.com – Penampilan Duta Kabupaten Badung dalam Utsawa (Parade) Janger Tradisi Remaja pada rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII berhasil mencuri perhatian penonton. Gelak tawa dan tepuk tangan penonton pecah di Kalangan Ayodya, Art Center, Denpasar, Jumat (19/6/2026) saat duta Kabupaten Badung membawakan Janger Tradisi Remaja dengan sentuhan segar namun tetap berpijak pada pakem klasik.

Mengusung konsep Janger Melalampahan, Sanggar Seni Murti Kanti Swara, Banjar Tegeh, Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, berhasil mencuri perhatian penonton saat membawakan lakon “Bima Swarga” yang selaras dengan tema PKB XLVIII 2026, Atma Kerthi Jiwa Sidha Parisudha.

Koordinator Sanggar Seni Murni Kanti Swara, I Wayan Gede Swarjaya menjelaskan bahwa persiapan matang telah dilakukan sejak bulan Februari. Meski sempat vakum pada Maret karena kegiatan adat pengerupukan, latihan kembali dilakukan secara intensif hingga menjelang pementasan.

Baca Juga  Bupati Adi Arnawa Resmikan Taman Mekotek, Ikon Baru Desa Wisata Munggu

“Persiapan kami sudah dari bulan Februari, kemudian Maret sempat vakum karena teman-teman sibuk di pengerupukan. Lanjut lagi di April, Mei, dan Juni. Jadwalnya cukup padat karena pementasan Janger Remaja Tradisional ini melibatkan banyak personel,” ungkapnya.

Lakon “Bima Swarga” mengangkat kisah perjuangan Bima yang diutus Dewi Kunti untuk menyelamatkan roh leluhurnya. Cerita ini sarat nilai spiritual dan menjadi daya tarik tersendiri, terlebih dengan sentuhan dramatik dan humor yang menghidupkan suasana pertunjukan.

Pementasan ini melibatkan total 66 personel, terdiri dari penabuh, penari janger dan kecak, hingga kru panggung. Kolaborasi lintas wilayah dari Kerobokan dan Mengwi memperkuat kualitas pertunjukan secara keseluruhan.

Baca Juga  Ribuan Pengunjung Padati The Nusa Dua Festival 2025 di Pulau Peninsula

Salah satu penari Janger, Komang Ayu Dita Lestari, mengungkapkan tantangan menjaga kekompakan dalam tarian kelompok. Menurutnya, disiplin menjadi kunci agar tidak ada penari yang menonjol secara individu.

Sementara itu, penari kecak I Putu Ananta Wira Adhyatma menyoroti pentingnya sinkronisasi vokal dan gerak. Ia menilai latihan pernapasan dan teknik vokal menjadi faktor krusial dalam menyatukan ritme pertunjukan.

Para penampil mengaku bangga dapat mewakili Kabupaten Badung di ajang bergengsi ini. Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, pementasan ini juga menjadi bukti dedikasi generasi muda terhadap warisan leluhur.

“Di tengah banyaknya gempuran tarian kontemporer dan modern saat ini, kami sebagai generasi muda dari Kabupaten Badung berkomitmen untuk tidak melupakan tradisi. Pementasan ini menjadi ajang penting bagi kami untuk tetap melestarikan pakem-pakem klasik dari kesenian Janger Tradisional,” ujar Ayu Dita.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Buka Marga Fest II Tahun 2026

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gede Sukadana, menegaskan bahwa Janger Tradisional Remaja tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga media pembelajaran karakter bagi generasi muda.

Ia menambahkan bahwa program ini selaras dengan visi Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta dalam mewujudkan pariwisata berkualitas berbasis nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Penampilan dari Duta Janger Tradisional Remaja Kabupaten Badung ini merupakan bukti keseriusan sanggar seni kita dalam melestarikan budaya. Di tengah era globalisasi, generasi muda kita terbukti tetap pajeg dan ajeg dalam menjaga serta melestarikan tradisi luhur yang bernapaskan agama Hindu,” katanya.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru