Monday, July 27, 2026
HomeBERITA TERKINITanam 5.000 Mangrove, Wamen Diaz: Satu Orang Butuh 1–2 Pohon untuk Hidup

Tanam 5.000 Mangrove, Wamen Diaz: Satu Orang Butuh 1–2 Pohon untuk Hidup

Jakarta, warnaberita.com – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, mendorong penanaman pohon dan mangrove sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas udara. Ajakan ini ia sampaikan saat menghadiri kegiatan Gerak Hijau yang diselenggarakan oleh ANTAM dalam rangka HUT ke-58 perusahaan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Wamen Diaz memberikan apresiasi atas komitmen ANTAM terhadap keberlanjutan lingkungan melalui aksi nyata penanaman 5.000 mangrove serta pembagian 1.000 bibit pohon kepada masyarakat.

“Selain mengingatkan kita pentingnya udara yang bersih, ANTAM juga langsung melakukan aksi dengan penanaman 5.000 pohon mangrove dan membagikan 1.000 bibit pohon, apresiasi sebesar-besarnya kepada ANTAM,” ujar Wamen Diaz.

Kegiatan Gerak Hijau ini diikuti sekitar 3.000 peserta dengan berbagai agenda, mulai dari fun walk hingga penanaman mangrove dan pembagian bibit pohon. Antusiasme peserta menunjukkan meningkatnya kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Baca Juga  Inovasi Dikti Harus Sentuh Kebutuhan Bangsa

Wamen Diaz menegaskan bahwa pohon memiliki peran vital dalam kehidupan manusia, khususnya sebagai penghasil oksigen. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan oksigen manusia cukup tinggi sehingga penanaman pohon menjadi investasi jangka panjang bagi keberlangsungan hidup.

“Pohon secara umum, memberikan oksigen yang kita butuhkan setiap harinya, karena kita butuh sekitar 0,5kg O2 per hari dan pohon bisa memberikan sekitar 1,2kg O2 per hari, artinya, satu orang bisa butuh 1-2 pohon,” jelas Wamen Diaz.

Ia juga menyoroti kondisi ekosistem mangrove di Indonesia yang terus mengalami penyusutan. Saat ini, luas mangrove diperkirakan tersisa sekitar 3,4 juta hektare dari sebelumnya 4,4 juta hektare. Kondisi ini membuat upaya rehabilitasi mangrove menjadi semakin mendesak.

Baca Juga  7 Destinasi Wisata Sejarah Ini Bisa Jadi Pilihan Isi Liburanmu

“Luas mangrove kita selama ini tergerus terus, sekarang mungkin sisa 3,4 juta hektare dari 4,4 juta hektare, jadi ini langkah yang sangat baik untuk mengingatkan kita untuk menanam pohon,” ungkapnya.

Lebih jauh, Wamen Diaz mengingatkan bahwa ancaman perubahan iklim semakin nyata, terutama dengan potensi datangnya El Niño dalam waktu dekat. Fenomena ini diprediksi akan meningkatkan konsentrasi polutan udara seperti PM2.5 dan berdampak pada naiknya indeks kualitas udara (AQI).

“Sekarang belum 4 tahun, udah mulai El Nino lagi, kemungkinan akan lebih parah sampai kemungkinan November atau Desember, artinya konsentrasi PM2.5 akan lebih banyak lagi, dan Air Quality Index (AQI) ini secara natural akan lebih tinggi karena adanya El Niño,” kata Wamen Diaz.

Baca Juga  Ini Sejumlah Kesepakatan Strategis Berhasil Ditandantangani

Ia menambahkan bahwa pengalaman pribadi saat berolahraga di kawasan Sudirman menjadi pengingat pentingnya udara bersih.

“Pagi ini, saya sempat melintasi Sudirman dan saya rasa menjadi pengingat, betapa pentingnya udara bersih itu untuk lari, tadi saya cek AQI-nya, ternyata 104, jadi ini juga menjadi pengingat bagi kita semua supaya kita semua bisa menjaga udara agar tetap bersih”.

Melalui Gerak Hijau, pemerintah dan dunia usaha diharapkan terus bersinergi untuk memperkuat gerakan penanaman pohon sebagai solusi nyata menghadapi krisis lingkungan.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru