Monday, April 27, 2026
HomeBALIBulelengBuleleng Perkuat Komitmen Tekan Stunting

Buleleng Perkuat Komitmen Tekan Stunting

Buleleng, warnaberita.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali menunjukkan keseriusannya dalam menurunkan angka stunting. Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, membuka secara resmi Rembuk Stunting Kabupaten Buleleng Tahun 2025 yang digelar di Gedung Wanita Laksmi Graha, Singaraja, pada Selasa (8/7). Acara ini menjadi langkah awal dalam merumuskan strategi lintas sektor menuju target nol stunting.

“Stunting bukan sekadar soal gizi, tetapi menyangkut kualitas generasi penerus, daya saing daerah, dan keberlanjutan pembangunan. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” kata Supriatna dalam sambutannya. Ia didampingi oleh Sekretaris Daerah Gede Suyasa serta jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang hadir dalam acara tersebut.

Baca Juga  Pemkab Buleleng Dorong Perlindungan Kopi Robusta Lemukih

Dalam lima tahun terakhir, Pemkab Buleleng mencatat penurunan signifikan pada prevalensi stunting. Data menunjukkan angka stunting menurun dari 22,05 persen pada 2019 menjadi 6,2 persen di tahun 2023. Tahun 2024, angka tersebut diproyeksikan kembali turun menjadi 2,6 persen.

Wabup Supriatna menyampaikan bahwa capaian ini adalah hasil kerja bersama dari berbagai pihak. “Kita belum selesai. Masih ada anak-anak yang tumbuh tanpa gizi cukup, masih ada keluarga yang belum memahami pentingnya pola asuh sehat. Tugas kita belum selesai,” tegasnya.

Untuk itu, Pemkab kembali menghidupkan program “Orang Tua Asuh Balita Stunting” yang mengajak masyarakat memberikan dukungan konkret, seperti makanan bergizi, akses air bersih, dan edukasi pola asuh bagi keluarga berisiko stunting.

Baca Juga  66 Siswa SDN 5 Banjar Terima Bantuan Tunai dari Gubernur Koster

Wabup Supriatna juga meminta seluruh perangkat daerah agar mulai menyusun program dan anggaran yang berpihak pada penanganan stunting dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026. Desa dan kelurahan yang ditetapkan sebagai lokus stunting dalam rembuk ini akan dijadikan pijakan dalam menyusun intervensi terintegrasi di berbagai sektor.

“Kita ingin stunting menjadi prioritas utama dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah tahun 2026,” tegas Supriatna lagi.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh elemen untuk bekerja tidak hanya dengan strategi, tapi juga dengan empati. “Kita harus melibatkan hati dan tenaga dalam memutus mata rantai stunting. Anak-anak Buleleng harus tumbuh sehat, cerdas, kuat, dan siap membangun masa depan yang gemilang,” pungkasnya.(*)

Baca Juga  Bangli Genjot Kolaborasi Lintas Sektor Tekan Angka Stunting
Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru