Wednesday, January 14, 2026
HomeBALIBadungKurasi Ketat Warnai Persiapan Badung UMKM Week 2025

Kurasi Ketat Warnai Persiapan Badung UMKM Week 2025

Badung, warnaberita.com – Menjelang pelaksanaan Badung UMKM Week 2025 yang akan berlangsung pada 19–25 Agustus di Beachwalk Shopping Center, Kuta, Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskop UKMP) menggelar proses kurasi produk UMKM. Kegiatan seleksi ini dilaksanakan di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung pada Jumat (1/8/25).

Plt. Kepala Diskop UKMP Badung, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana, menegaskan bahwa kualitas produk UMKM lokal tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Dari sisi kualitas dan kreativitas, produk UMKM Badung sangat layak bersaing. Ini menjadi bukti nyata kontribusi UMKM dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan di desa, yang juga menjadi perhatian utama Bupati dan Wakil Bupati Badung,” ujarnya.

Baca Juga  Menkop Fokus Percepatan Tahap Pengoperasian Kopdes/Kel Merah Putih

Ia juga mengungkapkan bahwa komitmen pemerintah terhadap pemberdayaan UMKM terus ditingkatkan. Program Sidikumbara yang semula memberikan subsidi kredit usaha mikro sebesar Rp25 juta, kini dinaikkan hingga Rp100 juta.

“Kami berharap ke depan UMKM di Badung bisa membentuk semacam holding atau kelompok usaha sejenis. Dengan begitu, produk-produk unggulan dapat diarahkan untuk ekspor dengan dukungan pendampingan mulai dari permodalan, produksi, hingga pengemasan,” tambahnya.

Antusiasme pelaku UMKM terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 65 peserta. Setelah melewati seleksi administrasi, 57 UMKM dinyatakan lolos dan 47 hadir dalam proses kurasi. Namun, hanya 28 peserta terbaik yang akan mendapatkan tempat di stan utama Badung UMKM Week 2025.

Baca Juga  Bupati Badung Apresiasi Peran Perempuan dan Gerakan Sosial Tanpa APBD

Kepala Bidang UMKM dan Kewirausahaan Diskop UKMP, I Made Wirya Santosa, menjelaskan bahwa seleksi ketat dilakukan karena keterbatasan ruang dan fasilitas.

“Banyaknya pelaku UMKM yang mendaftar menunjukkan antusiasme tinggi. Namun karena keterbatasan tempat, kami melakukan kurasi agar hanya yang benar-benar memenuhi kriteria yang bisa tampil,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa proses kurasi bukan dimaksudkan untuk mengecilkan pelaku usaha yang belum lolos, melainkan menyesuaikan dengan standar tertentu. Penilaian meliputi orisinalitas, kreativitas, dan tampilan produk. Khusus untuk olahan pangan, rasa menjadi penentu utama.

“Produk olahan pangan dengan tampilan dan inovasi bagus saja tidak cukup. Jika rasanya tidak sesuai dengan selera pasar, maka sulit bersaing,” tambahnya.

Baca Juga  Bupati Badung Serahkan HBMD ke Mahkamah Agung

Wirya menegaskan bahwa Badung UMKM Week bukan sekadar ajang jual beli sesaat. Pemerintah menargetkan event ini menjadi media promosi yang membuka peluang pasar jangka panjang.

“Kami ingin peserta UMKM tidak hanya berjualan sekali saat event, tetapi juga mampu menjalin koneksi bisnis berkelanjutan. Sudah ada beberapa UMKM yang sukses menjadi vendor supermarket bergengsi di Bali hingga memiliki pelanggan tetap di luar negeri setelah ikut Badung UMKM Week sebelumnya,” ungkapnya.

Dengan seleksi yang semakin ketat dan pendampingan berkelanjutan, Badung UMKM Week 2025 diproyeksikan menjadi ajang strategis yang mampu memperkuat posisi UMKM lokal di pasar nasional maupun internasional.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru