Thursday, April 30, 2026
HomeBALIDenpasarPemkot Denpasar Dorong Optimalisasi Teba Modern untuk Atasi Sampah Organik

Pemkot Denpasar Dorong Optimalisasi Teba Modern untuk Atasi Sampah Organik

Denpasar, warnaberita.com – Pemerintah Kota Denpasar terus mengintensifkan upaya percepatan penanganan sampah, khususnya dalam menghadapi kemungkinan penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung.

Langkah ini diambil sebagai langkah preventif untuk memastikan pengelolaan sampah tetap berjalan lancar tanpa hambatan.

Salah satu strategi yang ditempuh adalah mengoptimalkan peran Teba Modern untuk pengelolaan sampah organik. Sementara itu, penanganan sampah anorganik akan difokuskan melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) dan Pusat Daur Ulang (PDU).

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, didampingi Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana, memimpin Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah di Gedung Sewaka Dharma (GSD) Lumintang, Senin (11/8/25). Rapat ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari OPD Pemkot Denpasar, Forum Perbekel dan Lurah, Bendesa Adat se-Kota Denpasar, hingga tokoh masyarakat.

Baca Juga  Menteri LH Hanif Faisol: Sampah di Bali Jangan Sampai Coreng Pariwisata Indonesia

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kebijakan yang telah bekerja maksimal dalam menangani sampah.

“Saat ini TPA Suwung masih menerima sampah anorganik, sampah organik kita akan optimalisasi di Teba Modern, dan juga ada TPS3R dan PDU, semoga optimal dalam mengurangi volume sampah,” ujarnya.

Jaya Negara menegaskan, Pemkot Denpasar akan terus menggenjot pembangunan Teba Modern. Dalam Perubahan APBD 2025, direncanakan pembangunan 5.000 titik Teba Modern yang menyasar fasilitas umum seperti sekolah swasta, banjar, pura, dan fasilitas publik lainnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Denpasar, I Wayan Budha, menambahkan bahwa melalui perubahan anggaran 2025, setiap desa akan mendapatkan tambahan Bantuan Hibah Pembangunan Rumah (BHPR) minimal Rp1 miliar. Dana ini akan diarahkan untuk prioritas pengelolaan sampah, termasuk pembuatan Teba Modern dan komposter.

Baca Juga  Menteri Hanif Tekankan Sinergi Gizi dan Lingkungan

Ketua Forum Lurah dan Perbekel Kota Denpasar, I Gede Wijaya Saputra, menegaskan bahwa pemasangan sistem Teba Modern di desa dapat memanfaatkan dana desa maupun dukungan dari Pemkot Denpasar.

“Nanti tergantung kebutuhan dari masing-masing dan diutamakan menyasar fasilitas umum seperti pura, banjar, lapangan dan fasilitas lainnya,” ujarnya.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, desa, dan masyarakat, diharapkan sistem Teba Modern mampu menjadi solusi efektif dalam mengurangi timbunan sampah organik di Kota Denpasar, sekaligus menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru