Monday, March 16, 2026
HomeBALITabananPenilaian Final Posyandu 6 SPM di Peken Belayu Tabanan, Ny. Rai Wahyuni...

Penilaian Final Posyandu 6 SPM di Peken Belayu Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Ajak Kader Terus Berinovasi

Tabanan, warnaberita.com – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, melaksanakan penilaian final Posyandu dengan Enam Standar Pelayanan Minimal (6 SPM) tingkat kecamatan tahun 2025.

Kegiatan berlangsung di Posyandu Kamboja, Banjar Dinas Pekandelan, Desa Peken Belayu, Kecamatan Marga, Tabanan, Kamis (30/10/25).

Acara ini dihadiri oleh perangkat daerah terkait, anggota Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, unsur Forkopimcam Marga, Ketua TP Posyandu Kecamatan beserta anggota, PJ Perbekel Peken Belayu, serta masyarakat yang antusias menyambut kehadiran Bunda Rai.

Dalam arahannya, Ny. Rai Wahyuni menyampaikan apresiasi dan rasa bahagianya atas semangat seluruh kader Posyandu.

“Saya sangat berbahagia karena lomba Posyandu ini bisa kita selenggarakan secara rutin. Awalnya hanya mencakup bidang kesehatan, namun kini berkembang dengan program baru yang luar biasa, yaitu Posyandu dengan 6SPM yang mencakup bidang trantib dan linmas, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, dan sosial. Program ini memberi ruang bagi masyarakat menyampaikan aspirasinya tanpa harus datang langsung ke Pemda, cukup melalui Puskesmas,” ujarnya.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Serahkan SK P3K Tahap II

Ia menegaskan pentingnya sinergi dan pemahaman kader terhadap konsep 6SPM agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Lomba Posyandu 6SPM saya masukkan ke dalam kategori lomba Posyandu dasar agar bisa terus disosialisasikan. Setiap kader harus memahami dulu apa itu Posyandu 6SPM. Kalau ada masalah yang bisa diselesaikan di tingkat kader, itu luar biasa. Artinya kader sudah paham betul tugasnya,” tegas Bunda Rai.

Menurutnya, penyelesaian masalah di tingkat bawah menjadi indikator keberhasilan Posyandu 6SPM.

“Kalau pengaduan bisa ditangani langsung oleh kader, berarti sistem ini berjalan baik. Biasanya kader hanya mencatat, tapi sekarang mereka mampu menyelesaikan masalah dengan bijak. Itu nilai plus yang luar biasa,” imbuhnya.

Bunda Rai juga mengingatkan agar semangat lomba tidak berhenti setelah kegiatan selesai.

“Harapan saya, lomba ini jangan hanya menjadi ajang prestasi sesaat. Program ini harus berkelanjutan karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat. Kita harus banyak turun ke bawah, menjemput bola seperti program Bungan Desa milik Bapak Bupati, agar pelayanan makin dekat dengan rakyat,” tambahnya.

Baca Juga  Tabanan Catat 22 Ribu Lebih Warga Cek Kesehatan Gratis

Selain menilai, Ny. Rai Wahyuni juga mengapresiasi kreativitas para kader dalam menciptakan inovasi lokal.

“Saya sangat mengapresiasi inovasi yang ditunjukkan, seperti yel-yel edukatif yang membangkitkan semangat sekaligus memberi pengetahuan bagi masyarakat. Posyandu Kamboja sudah luar biasa karena berhasil masuk tiga besar dari total 832 Posyandu di Kabupaten Tabanan. Namun semangat ini harus terus hidup walau lomba telah usai,” pesan Bunda Rai.

Diketahui, Posyandu Kamboja menerapkan sejumlah inovasi dalam penerapan 6SPM, seperti pencatatan langsung keluhan masyarakat, program jemput bola ke rumah warga, serta penyuluhan kesehatan reproduksi remaja di balai banjar setempat.

Ketua Posyandu Desa Peken Belayu, Ni Kadek Ari Astiti, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kunjungan Tim Pembina Posyandu.

“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Bupati sudah berkunjung dan berkenan menilai Posyandu Kamboja. Kami berharap bisa terus mendapatkan arahan agar semakin baik, dan menjalankan tujuan utama Posyandu 6SPM, bukan hanya mengejar juara, tetapi demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat kami di Desa Peken Belayu,” ujarnya.

Baca Juga  Tindaklanjuti Pembukaan Lahan di Candikuning, Pemilik Dipanggil Satpol PP Tabanan

Suasana kebersamaan tampak saat masyarakat menampilkan tarian penyambutan dan senam lansia yang diikuti langsung oleh Bunda Rai. Kehadirannya memberi semangat tersendiri bagi warga.

Sebagai Duta PSBS (Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber) Kabupaten Tabanan, Bunda Rai juga melanjutkan kegiatan dengan sosialisasi langsung ke rumah warga, Putu Jelantik Wirateja, di Br. Peken. Ia memberikan contoh langsung pembuatan dan pemanfaatan lubang biopori, sekaligus menyerahkan alat pembuat biopori sebagai bentuk edukasi nyata.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Kabupaten Tabanan dalam mendukung program Bali Bersih, di mana pengelolaan sampah dimulai dari rumah sendiri. Melalui kolaborasi lintas bidang dalam Posyandu 6SPM, Ny. Rai Wahyuni berharap pelayanan publik di Tabanan semakin inklusif, sinergis, dan menyejahterakan masyarakat.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru