Wednesday, March 11, 2026
HomeBALIJembranaTiga Buruh Bangunan Terseret Air Bah di Sungai Penyaringan, Satu Masih Dalam...

Tiga Buruh Bangunan Terseret Air Bah di Sungai Penyaringan, Satu Masih Dalam Pencarian

Jembrana, warnaberita.com – Tiga buruh bangunan terseret air bah saat mandi di Sungai Penyaringan, Dusun Dupa, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Rabu sore (12/11/25) sekitar pukul 16.00 Wita. Dari tiga orang tersebut, satu berhasil selamat, satu meninggal dunia, dan satu lagi masih dalam pencarian.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Hendri G., menjelaskan kronologi kejadian bermula ketika ketiga buruh bangunan itu tengah mandi di sungai. Tiba-tiba air bah besar datang dan menyeret mereka. “Korban selamat atas nama Moch Riski Nanda S. (22), meninggal Shahrudy Rizqi (46), dan dalam pencarian Abdurrahman Agus (57),” imbuh Hendri.

Baca Juga  Ribuan Penonton Saksikan Ketatnya Mekepung Bupati Cup di Sirkuit Samblong

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Jembrana langsung bergerak menuju lokasi dengan membawa perlengkapan SAR air untuk melakukan pencarian.

“Pukul 19.30 Wita Tim Rescue tiba di lokasi dan berkoordinasi dengan unsur SAR yang ada. Selanjutnya dilakukan penyisiran di bibir sungai. Namun pencarian mengalami kendala karena debit air cukup besar dan arus deras. Hingga pukul 22.00 Wita, upaya pencarian dihentikan sementara karena kondisi gelap dan jarak pandang terbatas,” terangnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan pencarian dilanjutkan kembali pada Kamis pagi (13/11/25). “Sesuai rencana operasi hari ini, upaya pencarian dilakukan oleh dua SAR Rescue Unit (SRU) dengan luas area berbeda pada masing-masing kelompok,” ungkapnya.

Baca Juga  Pramuka Jadi Benteng Karakter Generasi Muda Bali

Nyoman menegaskan, pencarian akan terus dilakukan dengan melibatkan seluruh unsur SAR, relawan, dan masyarakat sekitar. “Kami berkomitmen untuk terus berupaya maksimal hingga korban ditemukan. Hingga siang ini, Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian intensif di lokasi hilangnya korban,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat agar masyarakat lebih berhati-hati beraktivitas di sungai, terutama saat musim penghujan dengan potensi datangnya air bah secara tiba-tiba. Pemerintah daerah bersama unsur SAR juga terus mengimbau masyarakat untuk waspada dan mengutamakan keselamatan di wilayah rawan bencana air.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru