Buleleng, warnaberita.com – Perkebunan Kopi Lemukih terus menunjukkan perkembangan signifikan dan kini menjadi salah satu komoditas primadona Kabupaten Buleleng. Selain memiliki cita rasa khas yang membedakannya dari kopi daerah lain, Kopi Lemukih juga tengah menjalani proses memperoleh sertifikat Indikasi Geografis (IG) sebagai pengakuan resmi atas kualitas dan keunikannya.
Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng bersama petani melalui krama subak menunjukkan komitmen kuat menjaga mutu Kopi Lemukih. Upaya tersebut mencakup konsistensi cita rasa, teknik budidaya, hingga kualitas lingkungan tumbuh yang menjadi bagian penting dalam proses legitimasi di tingkat nasional.
Potensi besar Kopi Lemukih tidak terlepas dari pendampingan berkelanjutan dari Dinas Pertanian Buleleng. Seijin Kepala Dinas Pertanian, Kabid Perkebunan Made Agus Adnyana, SP., M.Si., Jumat (28/11), menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus memperkuat rantai produksi secara menyeluruh, baik di tingkat hulu maupun hilir, demi memastikan kualitas serta nilai tambah bagi petani.
Pada sektor budidaya, pemerintah memproduksi 10.000 bibit Kopi Lemukih yang dikembangkan di BPP Kecamatan Busungbiu. Bibit unggulan ini disalurkan secara bertahap kepada petani sebagai bagian dari regenerasi tanaman dan langkah peningkatan produktivitas kebun.
Tidak hanya itu, petani juga menerima pendampingan teknis rutin melalui penyuluhan lapangan oleh PPL Desa Lemukih. Pendampingan ini mencakup praktik pemangkasan, pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), serta pemupukan sesuai standar budidaya kopi berkualitas.
Pemerintah turut memperkuat hilirisasi dengan memberikan dukungan pengolahan pascapanen. Pada tahun 2015, Dinas Pertanian telah menyalurkan bantuan mesin sangrai kepada KWT Galih Sari sebagai upaya meningkatkan kualitas produk akhir Kopi Lemukih.
“Mulai dari bibit, pendampingan budidaya, hingga penyediaan alat hilirisasi, semuanya dilakukan untuk memastikan nilai tambah dirasakan oleh petani. Bahkan petani juga kami fasilitasi akses modal sebelum panen serta penyerapan hasil panen melalui kerja sama dengan PD Swatantra Buleleng dan BPD Bali,” jelasnya.
Dengan langkah-langkah terstruktur tersebut, Desa Lemukih tidak hanya dikenal sebagai desa wisata, tetapi juga semakin meneguhkan diri sebagai sentra Kopi Robusta terbaik di Bali. Kopi Lemukih kini bukan hanya komoditas ekonomi, tetapi juga identitas daerah yang semakin kuat dan terlindungi. Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap pengembangan ini mampu membuka pasar lebih luas dan meningkatkan kesejahteraan petani.(*)
