Badung, warnaberita.com – Panitia Seleksi (Pansel) Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) Kabupaten Badung resmi menetapkan dua figur untuk mengisi posisi strategis direksi. Kompiang Gede Pasek Wedha dipercaya sebagai Direktur Utama, sementara I Made Anjol Wiguna ditetapkan sebagai Direktur Umum Perumda Pasar dan Pangan MGS Badung.
Penetapan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Badung, Wayan Adi Arnawa, saat menerima Panitia Seleksi Direksi sekaligus melaksanakan wawancara akhir calon direksi di Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Kamis (22/1). Bupati menegaskan, seluruh tahapan seleksi telah dilaksanakan secara ketat, objektif, dan transparan guna menjaring figur yang memiliki integritas, kompetensi, serta visi yang kuat dalam mengelola badan usaha milik daerah.
Bupati Badung berharap direksi terpilih mampu menjalankan tugas secara profesional dan akuntabel, serta berorientasi pada penguatan pelayanan publik. Menurutnya, Perumda Pasar dan Pangan MGS harus tampil sebagai garda terdepan dalam memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani lokal di Kabupaten Badung.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Wayan Adi Arnawa juga menekankan pentingnya membangun ekosistem pangan yang berpihak kepada petani. Ia menilai Perumda tidak boleh semata-mata berorientasi pada keuntungan bisnis, namun harus mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan petani dan keluarganya.
“Saya ingin direksi terpilih memastikan gabah-gabah petani, jadi saya kepingin petani di Badung benar-benar merasakan bangga jadi petani. Kebutuhan akan petani, anak-anaknya yang memenuhi syarat yang memang mau kuliah S1 kita akan berikan beasiswa, karena kami ingin benar-benar meringankan beban petani, sehingga NTP (Nilai Tukar Petani) akan meningkat,” terangnya.
Adi Arnawa mengakui pemerintah melakukan berbagai intervensi, namun bersifat mendidik. “Saya tidak mau melihat inflasi itu hanya mikirin bagaimana ketersediaan, tapi kita tidak pernah mengerti subjeknya petani, sehingga kita berikan insentive,” tegasnya.
Ia juga menegaskan akan melakukan evaluasi kinerja direksi secara berkala. “Saya akan melakukan evaluasi (direksi -red) setiap tahun, dalam setiap tahun itu kinerja bapak buruk mohon maaf sekali siap-siap. Bukan apa-apa, saya dalam hal ini berpihak untuk rakyat. Kalau rakyat tidak senang saya akan lakukan sesuatu, tapi kalau rakyat suka saya akan ambil sikat. Saya tidak bisa dipengaruhi siapapun, saya lebih takut sama rakyat. Buktikan apa yang bapak pernah sampaikan ke tim pansel bukan hanya lips service saja, tapi implementasikan,” terangnya.
Dengan ditetapkannya direksi baru, Pemerintah Kabupaten Badung berharap Perumda Pasar dan Pangan MGS mampu bertransformasi menjadi BUMD yang adaptif dan inovatif. Ke depan, Perumda diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam menjaga stabilitas harga, memperlancar distribusi pangan, serta memperkuat pemberdayaan petani lokal secara berkelanjutan.(*)
