Wednesday, March 11, 2026
HomeBERITA TERKINI5.000 Desa Nelayan Dibangun hingga 2029, Ini Sejumlah Fasilitas Pendukungnya

5.000 Desa Nelayan Dibangun hingga 2029, Ini Sejumlah Fasilitas Pendukungnya

Jakarta, Warnaberita.com – Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah tengah menyiapkan pembangunan 5.000 desa nelayan hingga 2029.

Melalui program tersebut, nelayan diharapkan dapat mengakses ekosistem perikanan secara terintegrasi dengan sejumlah fasilitas pendukung. Mulai dari kapal tangkap, dermaga, stasiun pengisian bahan bakar kapal, hingga fasilitas pendingin (cold storage) untuk penyimpanan hasil perikanan.

“Dalam empat tahun mendatang, kita akan membangun 5.000 desa nelayan. Tiap desa nelayan kita akan bangun pabrik es, kita akan bikin cold storage, kita akan bikin dermaga, kita akan bagikan kapal-kapal, kita akan siapkan kendaraan,” ujar Prabowo dalam acara Indonesia Economic Outlook, Jumat (13/2).

Baca Juga  Bertemu Sekjen PBB, Presiden Prabowo: Indonesia Tetap Dukung Sistem Multilateral

Lebih lanjut, ia menyebut program tersebut akan mulai dijalankan tahun ini dengan target pembentukan 1.000 desa nelayan di berbagai wilayah Indonesia. Setiap desa nelayan direncanakan terdiri atas ratusan hingga ribuan nelayan yang dihimpun dalam koperasi agar dapat mengakses berbagai fasilitas yang disediakan.

Namun demikian, ia menegaskan fasilitas tersebut tidak akan diberikan secara cuma-cuma. Para nelayan nantinya dapat memanfaatkan skema kredit ringan melalui koperasi dengan tenor hingga 10–12 tahun agar tetap terjangkau.

“Jadi, ekonomi yang kita jalankan bukan ekonomi handout. Yang kita akan bangun ini semua sudah ada dalam anggaran kita bertahun-tahun,” tambahnya.

Baca Juga  Presiden Tinjau Progres Perbaikan Jalan Lembah Anai Terdampak Banjir Bandang

Prabowo menilai kebijakan ini penting karena kelompok nelayan selama ini dinilai belum mendapatkan perhatian yang memadai. Padahal, para nelayan sangat berperan besar dalam menyediakan hasil perikanan sebagai salah satu sumber protein utama bagi masyarakat Indonesia.

“Belum pernah mereka dapat kesempatan ini. Banyak yang menangis di pulau-pulau terpencil. Sekarang kita hadir, kita memberi harapan ke depan,” jelas dia. (*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru