Monday, September 7, 2026
HomeBALIDenpasarMangrove Benoa Mati Mendadak, Pertamina Patra Niaga Lakukan Investigasi

Mangrove Benoa Mati Mendadak, Pertamina Patra Niaga Lakukan Investigasi

Denpasar, warnaberita.com – Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya menjalankan proses bisnis dari hulu hingga hilir sesuai kaidah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Perusahaan juga secara rutin melakukan pemeriksaan berkala serta pelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan operasional dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Komitmen itu kembali ditegaskan menyusul beredarnya informasi pada Jumat (20/2) terkait pohon mangrove yang mati mendadak di kawasan Benoa, tepatnya di sebelah barat pintu masuk Tol Bali Mandara, Benoa, Denpasar Selatan. Informasi tersebut menyebutkan dugaan kebocoran pipa BBM sebagai penyebab matinya vegetasi mangrove di area tersebut.

Baca Juga  Tragedi Juwuk Legi, Bupati Sanjaya Sampaikan Duka Mendalam

Menanggapi hal itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa Terminal BBM Sanggaran sebagai terminal terdekat telah bergerak cepat melakukan pengecekan lapangan bersama tim Polairud pada Sabtu (21/2/26). Dari hasil pemeriksaan visual di lokasi, tim tidak menemukan adanya lapisan minyak maupun bau menyengat BBM.

“Pagi ini setelah pengecekan bersama Polairud, tim Terminal BBM Sanggaran juga telah menghadiri undangan rapat koordinasi dari DKLH Provinsi Bali. Sebagai tindaklanjut, Pertamina Patra Niaga melalui Terminal BBM Sanggaran akan melaksanakan pengecekan kronologis kegiatan operasional terkait sepanjang beberapa bulan terakhir, terutama terkait pekerjaan pipanisasi di sekitar area Benoa,” papar Ahad.

Baca Juga  Data Ribet Jadi Mudah Dipahami, “Kamis Statistik” Denpasar Bikin Warga Melek Data

Selain melakukan penelusuran kronologis operasional, Pertamina juga menyiapkan langkah percepatan pemulihan kawasan mangrove. Upaya ini akan dilakukan secara kolaboratif dengan perusahaan lain yang memiliki aktivitas operasional di kawasan Benoa, sesuai arahan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali.

“Saat ini, Pertamina dalam proses investigasi lebih lanjut terkait operasional terkait termasuk pengecekan ekosistem terdampak untuk memastikan penyebab matinya pohon mangrove secara mendadak di kawasan Benoa. Pertamina mengucapkan terimakasih kepada pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah, APH, dan lembaga setempat yang telah turut bekerjasama dalam proses pengecekan dan pemulihan kawasan,” tutup Ahad.

Baca Juga  Suka Duka Pengamplung Emas di Trotoar Jalan Diponegoro Denpasar, Tak Mau Membeli Emas Curian

Langkah investigasi dan koordinasi lintas instansi ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, khususnya di kawasan pesisir strategis seperti Benoa. Perusahaan memastikan setiap dugaan dampak lingkungan akan ditangani secara transparan, terukur, dan sesuai regulasi yang berlaku.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular