Saturday, May 16, 2026
HomeBALIBulelengSuguhkan Atraksi Tradisi hingga Kuliner Lokal

Festasada 2026 Bangkitkan Seni Budaya Sukasada

Suguhkan Atraksi Tradisi hingga Kuliner Lokal

Buleleng, warnaberita.com – Setelah sempat vakum sejak 2020, denyut seni dan budaya di Kecamatan Sukasada kembali menggeliat. Festival Seni Adat dan Budaya Sukasada (Festasada) 2026 hadir sebagai panggung kebangkitan, merangkul tradisi, UMKM, hingga edukasi lingkungan dalam satu perayaan.

Pelestarian seni dan budaya menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Buleleng di bawah kepemimpinan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai pagelaran budaya, salah satunya Festival Seni Adat dan Budaya Kecamatan Sukasada (Festasada) 2026.

Plt. Camat Sukasada, I Komang Budiarsana, menegaskan festival ini menjadi momentum kebangkitan seni budaya lokal yang sempat terhenti beberapa tahun terakhir. “Melalui tema Abhyudaya , kita ingin membangkitkan kembali seni dan budaya Sukasada yang adiluhung dan menjadi kebanggaan bersama krama Bali,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/4/26).

Baca Juga  Napak Tilas Jejak Sejarah Sang Proklamator di Perayaan 150 Tahun SDN 1 Paket Agung

Festasada dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 17–19 April 2026, di RTH Taman Bung Karno Sukasada. Beragam kesenian khas daerah akan ditampilkan, mulai dari Tari Selat Segara, Baleganjur, hingga pertunjukan unik seperti menggoak-goakan dari Desa Panji. Selain itu, Rejang Renteng dan Burdah dari Desa Pegayaman turut memperkaya festival sebagai simbol akulturasi budaya yang harmonis.

Tak hanya menampilkan seni tradisional, festival ini juga menghadirkan Festival Gebogan berbahan bunga lokal hasil pertanian warga, parade budaya, hingga berbagai lomba dan pertunjukan seni modern berbasis kearifan lokal. Seluruh penampil merupakan putra-putri daerah Sukasada sebagai bentuk nyata pelestarian budaya berbasis komunitas.

Baca Juga  Pemkab Buleleng dan Relawan EEN Semprot TPA Bengkala

Kehadiran sektor UMKM juga menjadi daya tarik tersendiri. Beragam kuliner khas Sukasada dan Buleleng disajikan dengan mengutamakan makanan tradisional. Konsep ini sengaja diusung untuk memperkuat identitas lokal sekaligus meningkatkan daya tarik festival di mata pengunjung.

Di tengah kemeriahan, panitia tetap memberi perhatian serius pada isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Setiap pedagang diwajibkan menyediakan tempat sampah terpilah. Panitia juga menyiapkan sistem pengawasan dan pengangkutan, terutama untuk sampah organik yang akan diolah lebih lanjut.

“Kami berusaha agar festival ini tidak hanya meriah, tetapi juga bersih dan ramah lingkungan. Ini menjadi bagian dari tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Baca Juga  Warga Bali Diajak Gotong Royong Bersihkan Lingkungan

Budiarsana berharap Festasada dapat menjadi agenda berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, pelaku seni, UMKM, hingga sektor swasta.

“Harapan kami, festival ini terus berlanjut dan semakin berkembang, menjadi ruang bagi pelaku seni untuk tampil sekaligus memperkuat identitas budaya kususnya wilayah Sukasada di tengah perkembangan zaman,” pungkasnya.

Festasada 2026 terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Masyarakat diajak hadir untuk merayakan kekayaan seni budaya Sukasada sekaligus menjaga kebersihan lingkungan demi keberlanjutan festival di masa depan.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru