Badung, warnaberita.com – Pemerintah Kabupaten Badung menjamin stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok aman menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Meski terjadi lonjakan harga wajar pada komoditas bunga akibat tingginya animo masyarakat, Pemkab Badung memastikan stok pangan lain seperti beras dan daging babi dalam kondisi surplus dan terkendali.
Pantauan di sejumlah pasar menunjukkan adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas seperti beras, daging, hingga bunga. Namun, kondisi tersebut masih dalam batas wajar karena meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
Di tengah peningkatan aktivitas ekonomi ini, perhatian terhadap kelompok disabilitas menjadi penting. Akses menuju pasar tradisional, ketersediaan informasi harga, hingga kemudahan distribusi bahan pokok perlu dipastikan inklusif agar seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, dapat memenuhi kebutuhan hari raya tanpa hambatan.
Pengecekan dilakukan salah satunya di Pasar Bunga Desa Baha, Kecamatan Mengwi yang dikenal sebagai pusat grosir bunga. Pasar ini dinilai mampu memberikan harga lebih terjangkau dibandingkan pasar umum, sehingga membantu masyarakat, termasuk kelompok rentan, mendapatkan kebutuhan upacara dengan lebih mudah.
“Pasar Baha ini agak spesifik, yang khusus menjual bunga dan sudah kelasnya ini adalah grosir. Kalau dilihat jenis komoditas bunga yang dijual itu ada lima; bunga pacar, bunga gumitir, bunga kembang seribu, eh dan juga ada bunga-bunga lainnya, sekitar lima lah rata-rata per hari,” jelas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung, I Made Agus Aryawan saat memantau pasar, Kamis (11/6/2026).
Agus menyebutkan perbedaan harga untuk komoditas bunga pacar dan bunga gumitir di Pasar Baha berkisar antara Rp 6 ribu hingga Rp 7 ribu, yang lebih murah daripada pasar umum. Pihaknya mencatat rata-rata kenaikan harga menjelang hari raya ini berkisar antara Rp 5 ribu hingga maksimal Rp 10 ribu per kg.
“Kebutuhan masyarakat akan bunga tentu meningkat menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Jadi memang betul ada kenaikan harga rata-rata ya, kalau kami rata-rata sekitar Rp 5 ribu sampai dengan maksimal Rp 10 ribu ya,” ungkap I Made Agus Aryawan.
Masyarakat diimbau tidak panik karena pasokan bunga dipastikan aman dan segar. Distribusi juga berjalan lancar berkat pasokan dari petani lokal maupun luar daerah.
Untuk bahan pokok, Pemkab Badung memastikan stok beras dalam kondisi aman hingga 5 sampai 6 bulan ke depan. Hal ini penting untuk menjaga ketahanan pangan, termasuk bagi kelompok disabilitas yang sangat bergantung pada stabilitas distribusi.
“Ya kalau bahan pokok untuk beras, sebagaimana tadi kami cek di Bulog Sempidi, stoknya aman 5 sampai 6 bulan ke depan. Jadi setiap hari paling tidak ada 2.500 ton itu tersedia ya, stok beras idle,” terang I Made Agus Aryawan.
Produksi beras juga didukung panen raya di sejumlah subak seperti Subak Blahkiuh dan Subak Lepud dengan produktivitas mencapai 6,3 hingga 7,5 ton per hektar.
Sementara itu, harga babi hidup di tingkat peternak masih stabil di kisaran Rp 38 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram. Daging babi di pasar tradisional dijual di bawah Rp 100 ribu per kilogram.
“Salah satu peternak di Ayunan kami cek, terlihat ada stabilitas harga yang cukuplah ya, tidak terlalu signifikan kenaikannya. Kalau harga tabelnya itu sekitar Rp 38 ribu sampai Rp 40 ribu lah ya, masih belum bersih atau dipotong. Sedangkan yang sudah bersih, itu daging ya, sekitar Rp 90 ribu sampai Rp 95 ribu, itu di pasar umum,” kata Agus.
Pemkab Badung menegaskan bahwa stok daging tetap aman, namun masyarakat disarankan melakukan pemesanan lebih awal untuk kebutuhan dalam jumlah besar.
Ke depan, Pemkab Badung diharapkan terus memperkuat kebijakan inklusif, termasuk menyediakan fasilitas ramah disabilitas di pasar tradisional, layanan informasi harga berbasis digital yang mudah diakses, serta distribusi bahan pokok yang menjangkau seluruh kelompok masyarakat tanpa terkecuali.(*)
