Thursday, July 30, 2026
HomeBERITA TERKININasionalFestival HAN 2026 Perkuat Kolaborasi Wujudkan Ruang Aman dan Nyaman bagi Anak

Festival HAN 2026 Perkuat Kolaborasi Wujudkan Ruang Aman dan Nyaman bagi Anak

Jakarta, warnaberita.com – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta para pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi untuk mewujudkan ruang yang aman dan nyaman bagi anak melalui Festival Hari Anak Nasional (HAN) 2026.

Festival ini diselenggarakan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Jakarta sekaligus meneguhkan kembali komitmen bersama melalui Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (RANA) guna menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh anak Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk kembali menguatkan komitmen bersama dalam menghadirkan ruang yang aman dan nyaman bagi anak di berbagai lingkungan kehidupan.

“Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak mengingatkan kita menghadirkan ruang yang aman bagi anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Anak-anak harus tumbuh dalam lingkungan yang melindungi, sekaligus didukung untuk hidup sehat, berinteraksi secara positif, dan memanfaatkan teknologi secara bijaksana,” ujar  Menko PMK.

Baca Juga  Komdigi Siapkan Tim Khusus Kawal Satu Data Indonesia

Menko PMK menegaskan ruang aman bagi anak tidak hanya diwujudkan melalui perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan, tetapi juga dengan memastikan anak memperoleh kesempatan untuk belajar, bermain, berpartisipasi, dan mengembangkan potensinya di lingkungan yang sehat, inklusif, serta mendukung tumbuh kembang mereka.

“Keberhasilan mewujudkan ruang aman dan nyaman bagi anak bergantung pada kolaborasi semua pihak. Pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, media, dan anak-anak sendiri memiliki peran penting dalam membangun ekosistem yang melindungi sekaligus memberdayakan anak,” tambah Menko PMK.

Menanggapi hal tersebut, Menteri PPPA Arifah Fauzi, menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

“Anak-anak Indonesia berhak tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, nyaman, sehat, dan penuh kasih sayang, baik di ruang fisik maupun ruang digital. Karena itu, perlindungan anak tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pihak agar setiap anak memperoleh ruang yang mendukung tumbuh kembangnya secara optimal,” ujar Menteri PPPA.

Baca Juga  Jaringan Seluler di Wilayah Bencana Sumatera Pulih 90 Persen

Berdasarkan Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) Tahun 2024, satu dari dua anak usia 13–17 tahun pernah mengalami sedikitnya satu bentuk kekerasan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat upaya pencegahan serta memastikan anak memiliki ruang yang aman untuk didengar, bercerita, dan memperoleh perlindungan ketika menghadapi permasalahan.

Menteri PPPA menegaskan pemerintah terus memperkuat upaya perlindungan anak melalui berbagai kebijakan, termasuk Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2025 tentang Peta Jalan Perlindungan Anak di Ranah Dalam Jaringan (PARD), serta kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan ekosistem perlindungan anak yang menyeluruh.

“Kami mengajak seluruh pihak memperkuat sinergi agar setiap anak Indonesia dapat tumbuh, belajar, bermain, dan berpartisipasi secara optimal, baik di ruang nyata maupun ruang digital,” tutup Menteri PPPA.

Koordinator Nasional ECPAT Indonesia, Andy Ardian mengatakan Festival Hari Anak Nasional 2026 menjadi momentum memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam membangun ekosistem perlindungan anak.

Baca Juga  Percepat Transformasi Digital, Pemerintah Luncurkan MPPDN 2.0

“Melalui tema It’s Play Time: Protect, Learn, Enjoy, kami ingin mengajak seluruh pemangku kepentingan menghadirkan ruang yang memungkinkan anak bermain, belajar, berekspresi, dan memanfaatkan teknologi digital secara sehat, aman, dan bertanggung jawab,” ujar Koordinator Nasional ECPAT Indonesia.

Selaras dengan upaya tersebut, Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Komunikasi dan Media Massa, Moli Prabawaty menjelaskan komdigi terus memperkuat perlindungan anak di ruang digital melalui penguatan regulasi, peningkatan literasi digital, pendampingan keluarga, penguatan peran satuan pendidikan, serta kolaborasi dengan penyelenggara platform digital untuk menghadirkan layanan digital yang aman bagi anak sejak tahap perancangan.

Festival Hari Anak Nasional 2026 menghadirkan berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, komunitas, keluarga, anak-anak, pendidik, serta sektor swasta sebagai wujud komitmen bersama dalam menghadirkan ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh anak Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. (*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru