Denpasar, warnaberita.com – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali menggelar Dekranasda Bali Fashion Day bertajuk “Wastra Hitakara” di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Art Center Denpasar, Senin (31/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pelestarian dan pengembangan kain tenun endek Bali dengan melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pengguna sekaligus konsumen produk IKM lokal. Sekaligus menjadi ruang promosi bagi produk IKM/UMKM Bali Bangkit.
Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menegaskan kebijakan Gubernur Bali mengenai penggunaan busana berbahan endek setiap Selasa dan Jumat, serta penggunaan kain endek serentak pada Kamis, HUT Pemprov Bali, rahina Purnama dan Tilem, memiliki makna lebih luas.
Menurutnya, kebijakan itu merupakan upaya menjaga warisan budaya leluhur berupa kain tenun tradisional dengan motif khas masing-masing wilayah di Bali.
“Pada saat yang sama, penggunaan endek secara konsisten diharapkan menciptakan permintaan yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi para perajin, penenun, dan pelaku IKM Bali,” ujarnya.
Karena itu, Ny. Putri mengajak ASN tidak berhenti pada penggunaan kain endek, tetapi juga mengambil bagian dalam menggerakkan perekonomian lokal dengan membeli produk IKM Bali Bangkit maupun produk perajin di sentra-sentra endek di wilayah masing-masing.
“Mari kita belajar bersama untuk mencintai produk lokal buatan perajin Bali, perajin yang merupakan saudara kita sendiri. Jika bukan kita yang peduli terhadap warisan leluhur, siapa lagi yang akan menjaganya?” tegas Ny. Putri Koster.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat Bali tidak membiarkan produk kerajinan lokal terpinggirkan akibat membanjirnya produk dari luar.
“Jangan sampai produk kita semakin terpinggirkan, bahkan hilang, karena kita lebih memilih membeli dan menggunakan produk troso, yakni produk buatan luar Bali yang didatangkan dan dijual di Bali dengan harga murah,” ujarnya.
Dekranasda Bali Fashion Day merupakan bagian dari trilogi fashion show Dekranasda Provinsi Bali. Kegiatan ini dirancang tidak semata-mata sebagai pertunjukan busana, tetapi sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan kain tenun endek, kreativitas desainer muda lokal Bali, model busana, koreografi, serta komposisi musik dalam satu panggung.
Melalui kolaborasi tersebut, Dekranasda Provinsi Bali berupaya meningkatkan kualitas dan memperluas penggunaan kain endek sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem industri mode berbasis wastra Bali.
Dengan demikian, kain endek tidak hanya lestari sebagai warisan budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan mengikuti kebutuhan serta selera masyarakat.
Kegiatan kali ini melibatkan empat perangkat daerah, yakni Dinas PUPRPKP Provinsi Bali, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, serta Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali.
Gubernur Bali Wayan Koster yang turut hadir menyaksikan acara tersebut mengapresiasi pelaksanaan Dekranasda Bali Fashion Day.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi cara kreatif untuk mempromosikan produk IKM/UMKM sekaligus membangun kebersamaan di lingkungan perangkat daerah.
“Secara khusus, kegiatan ini memberikan kesan tersendiri dalam cara mempromosikan produk IKM/UMKM secara tidak langsung dan memberikan dampak positif bagi penjual maupun produsen. Kegiatan ini sekaligus menggairahkan suasana internal perangkat daerah dan memperkuat kebersamaan. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak yang terlibat,” ujar Gubernur Koster.
Melalui keterlibatan ASN, desainer, perajin, penenun, pelaku IKM/UMKM, serta perangkat daerah, Dekranasda Bali Fashion Day diharapkan tidak berhenti sebagai pertunjukan busana, tetapi menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjaga endek, menghidupkan karya perajin, dan menggerakkan perekonomian Bali. (*)
