Wednesday, September 2, 2026
HomeBALIBadungTrem Listrik Akan Layani Bandara Ngurah Rai-Canggu

Pemprov Bali, Pemkab Badung, dan PT KAI Teken Kerja Sama

Trem Listrik Akan Layani Bandara Ngurah Rai-Canggu

Denpasar, warnaberita.com – Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi menandatangani kerja sama pengembangan transportasi perkeretaapian di Bali. Penandatanganan berlangsung di Gedung Kertasabha, Denpasar, Selasa (1/9/2026).

Kerja sama ini menjadi tindak lanjut usulan Pemprov Bali kepada Kementerian Bappenas terkait perbaikan fasilitas dan sistem transportasi, khususnya di Kabupaten Badung.Kegiatan dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung, Direktur Utama PT KAI, CEO Angkasa Pura, Sekda Kabupaten Badung, dan pihak terkait lainnya.

PT KAI memilih konsep trem listrik, bukan MRT maupun LRT. Alasannya, trem dinilai lebih sesuai dengan karakteristik dan kondisi Bali.

Trem yang dikembangkan memiliki konsep ramah lingkungan, berbasis teknologi baterai, tingkat kebisingan rendah, dan berukuran relatif kecil. Dengan menggunakan baterai, trem tidak membutuhkan kabel listrik di sepanjang jalur.

Baca Juga  K3S Badung Turun Langsung Bantu Warga Rentan di Abiansemal

“Infrastruktur transportasi harus dikembangkan secara hati-hati. Kemajuan teknologi tidak boleh menghilangkan identitas dan harmoni Bali,” kata Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin.

Bali dipandang sebagai wilayah strategis dengan keluhuran budaya, spiritualitas, dan jati diri masyarakat yang khas. Karena itu aspek budaya, lingkungan, dan kehidupan masyarakat lokal menjadi pertimbangan sejak tahap perencanaan.

Rute awal trem dirancang menghubungkan Kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan Kawasan Canggu, Kabupaten Badung. 

Panjang trase sekitar 12 kilometer dengan dua jalur. Lebar trase sekitar 3 meter. Dimensi trem sekitar 2 meter lebih, sehingga lebih kecil dibandingkan bus. Jalur juga disiapkan area persilangan untuk mendukung kelancaran operasional.

Koridor Bandara–Canggu dipilih karena memiliki mobilitas sangat tinggi. Setiap hari diperkirakan ada sekitar 150 ribu orang bergerak di kawasan tersebut dengan sekitar 80 ribu kendaraan.

Baca Juga  Gubernur Koster Lakukan Peletakan Baru Pertama Pembangunan Sekolah Rakyat Bali

Trem diharapkan menjadi alternatif untuk mengurangi kepadatan kendaraan, meningkatkan mobilitas, mendukung konektivitas pariwisata, dan mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Trem diproyeksikan mampu mengangkut 15 ribu–20 ribu penumpang dalam kondisi maksimal per rangkaian. Waktu tempuh diproyeksikan sekitar 30 menit dengan jeda keberangkatan antar trem sekitar 10 menit.

Dalam operasional maksimal, kapasitas angkut bisa mencapai sekitar 60 ribu penumpang per hari. Jumlah itu diharapkan mampu mengakomodasi sekitar 40 persen kepadatan mobilitas pada koridor Bandara–Canggu.

Groundbreaking proyek ditargetkan Maret 2027. Trase pertama ditargetkan mulai beroperasi pada 2028. Seluruh jalur hingga Canggu ditargetkan selesai dan beroperasi pada 2029.

Setelah penandatanganan, tahapan berikutnya meliputi studi teknis, penyusunan kajian lanjutan, sosialisasi kepada masyarakat, pelibatan desa adat, koordinasi dengan pelaku pariwisata, hotel, akomodasi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Baca Juga  Badung Serentak Data Potensi Pajak

Gubernur Bali Wayan Koster menyebut pengembangan transportasi harus tetap memperhatikan keunikan Bali.

“Pengembangan transportasi harus tetap memperhatikan keunikan Bali, menjaga keindahan Bali, mendukung pariwisata dan tidak mengganggu kehidupan masyarakat,” tandasnya.

Ia menekankan pembangunan trem tidak boleh mengganggu ekosistem pariwisata. Jalur harus memperhatikan keberadaan hotel, akomodasi wisata, objek pariwisata, lingkungan, permukiman, dan kehidupan masyarakat sepanjang trase.

“Kenyamanan wisatawan harus tetap dijaga. Keberadaan trem justru diharapkan dapat menjadi daya tarik baru bagi pariwisata Bali,” kata Gubernur Koster.

Dengan konsep tidak berisik, tidak berukuran besar, dan ramah lingkungan, trem diharapkan selaras dengan budaya dan kearifan lokal Bali.

Pengembangan trem listrik Bandara–Canggu ini diarahkan sebagai solusi kemacetan sekaligus moda transportasi massal pertama di Bali yang berkelanjutan. (*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular