Badung, warnaberita.com – Di tengah ketergantungan ekonomi Badung terhadap pariwisata, pemerintah daerah mulai menaruh perhatian lebih besar pada fondasi yang selama ini menjadi daya tarik utama Bali adalah adat, budaya, dan spiritualitas.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan, pertumbuhan ekonomi tidak boleh berjalan sendiri tanpa dibarengi upaya menjaga eksistensi adat, tradisi, serta tempat ibadah yang menjadi bagian penting dari identitas Bali.
Pesan tersebut disampaikan Adi Arnawa saat menghadiri sekaligus menjadi upasaksi Karya di Pura Ibu Panti Dukuh Bualu, Wantilan Dadia Bualu, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Senin (7/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa menandatangani prasasti karya sebagai penanda pelaksanaan Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Wraspati Kalpa, Caru Rsi Gana Utama lan Nyurud Ayu di pura tersebut. Puncak pujawali dijadwalkan berlangsung pada Anggara Kliwon Wuku Prangbakat, Selasa, 15 September 2026.
Di hadapan krama, Adi Arnawa menjelaskan pentingnya menjaga aspek spiritual karena struktur ekonomi Kabupaten Badung sangat bergantung pada sektor pariwisata. Menurutnya, pariwisata memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap berbagai faktor eksternal, termasuk bencana alam maupun gangguan mobilitas wisatawan global.
“Pariwisata itu sifatnya sangat rentan. Hari ini bisa bagus, besok bisa tiba-tiba tidak,” ujarnya.
Adi Arnawa menyebut Kabupaten Badung saat ini berkontribusi sekitar 74 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi alasan pemerintah daerah tidak boleh hanya mengejar peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pemerintah juga harus memastikan ekosistem budaya dan spiritual tetap terjaga. Sebab, kekuatan tersebut menjadi salah satu magnet yang membuat wisatawan tertarik datang ke Bali.
““Sekarang ini tiyang sedang fokus membenahi beberapa fasilitas umum pada sejumlah pura Kahyangan Jagat. Ekonomi tidak akan bisa tumbuh tanpa dukungan infrastruktur,” ucapnya.
Pembenahan tersebut tidak hanya menyasar bangunan tempat ibadah. Pemkab Badung juga mendorong penataan transportasi, jalur pedestrian, hingga kantong parkir di sejumlah kawasan pariwisata.
Bualu menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena berada di kawasan strategis sebagai penyangga pariwisata internasional Nusa Dua.
Peningkatan infrastruktur di kawasan tersebut diharapkan mampu memperlancar akses masyarakat dan wisatawan sekaligus meningkatkan kenyamanan selama berada di Bali. Pemerintah juga menargetkan pembenahan tersebut dapat mendorong peningkatan durasi tinggal wisatawan atau length of stay.
Semakin lama wisatawan berada di Bali, semakin besar pula dampak ekonomi yang diterima pelaku usaha dan masyarakat melalui efek berganda atau multiplier effect.
“Semoga karya berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan, sida karya, sida purna, sida sidaning don,” pungkas Bupati Adi Arnawa.
Sementara itu, Manggala Prawartaka Karya, I Wayan Garta, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Badung yang telah memfasilitasi pembangunan Pura Ibu Panti Dukuh Bualu.
Wayan Garta menjelaskan, pelaksanaan karya besar tersebut membutuhkan biaya yang cukup besar. Seluruh pembiayaan bersumber dari swadaya krama atau warga.
Besarnya kebutuhan anggaran tersebut tidak terlepas dari tingkatan dan kompleksitas rangkaian upacara yang dilaksanakan, termasuk hingga tahap pengeremekan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan DPD RI, sejumlah Anggota DPRD Badung, di antaranya I Made Rai Wirata, I Wayan Luwir Wiana, I Nyoman Karyana, dan I Wayan Sukses.
Hadir pula Sekcam Kuta Selatan bersama unsur Tripika, Lurah Benoa, Bendesa Adat Bualu, Penglingsir Pasemetonan Dukuh Bali I Nyoman Sumerta, serta krama Pasemetonan Dukuh Badung.(*)
