Tabanan, warnaberita.com – Ribuan peserta turun ke areal pertanian Desa Adat Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, Minggu (20/9/2026), untuk mengikuti Gerakan Pengendalian (Gerdal) Hama Tupai. Kegiatan yang digelar Panitia Sabha Desa Adat Selabih ini menjadi aksi bersama untuk membantu petani mengurangi hama yang selama ini mengganggu tanaman dan hasil pertanian.
Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Ia hadir bersama Sekda Tabanan, jajaran pemerintah daerah, tokoh adat, dan tokoh masyarakat setempat. Bupati Sanjaya bahkan berbaur langsung dengan peserta dan mengikuti perburuan hama tupai di zona yang telah ditentukan.
Antusiasme peserta terlihat dari keikutsertaan masyarakat yang datang dari berbagai wilayah Kabupaten/Kota se-Bali hingga Banyuwangi. Panitia membagi lokasi kegiatan menjadi 141 zona melalui sistem undian. Sebanyak 140 regu mengikuti kegiatan dengan masing-masing regu beranggotakan 10 orang. Dengan demikian, jumlah peserta mencapai sekitar 1.400 orang.
Bupati Sanjaya bersama jajaran mengikuti kegiatan di zona 41. Para peserta dikenakan biaya pendaftaran Rp500 ribu per orang. Panitia juga menyiapkan sejumlah hadiah, antara lain hadiah utama dari sponsor Agata sebesar Rp5 juta, hadiah undian Rp2,5 juta, Rp1,5 juta dan Rp1 juta, serta hadiah Rp500 ribu bagi peserta yang memperoleh tupai terbanyak.
Desa Selabih sendiri memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang cukup beragam, mulai dari kelapa, kopi, sawo hingga kakao. Karena itu, pengendalian hama menjadi bagian penting untuk menjaga tanaman sekaligus mempertahankan produktivitas petani.
Bupati Sanjaya mengatakan, kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya kebersamaan masyarakat dalam membantu sektor pertanian.
“Kegiatan seperti ini merupakan bentuk kebersamaan masyarakat dalam membantu petani mengendalikan hama. Dengan berkurangnya hama tupai, kita harapkan tanaman dan hasil pertanian masyarakat dapat lebih terjaga, sehingga produksi pertanian kedepannya semakin meningkat,” ujarnya.
Salah seorang petani asal Selabih, Wayan Edi, mengaku keberadaan tupai selama ini cukup menyulitkan petani. Menurutnya, hama tersebut berpotensi mengurangi hasil pertanian sehingga keterlibatan masyarakat dan para pemburu sangat membantu.
“Untuk hama niki, dari petani nike sampun kewalahan tidak sanggup membasmi hama tupai. Sekarang sudah ada semeton-semeton yang membantu, tiang berterimakasih sekali. Harapan untuk kedepan semoga ini bisa berlanjut semoga hasil pertanian pertanian lebih meningkat”, tuturnya.
Peserta asal Taman Punggul, Abiansemal, Satriya, menegaskan keikutsertaannya bersama para pemburu lebih diarahkan untuk membantu masyarakat dengan mengurangi populasi tupai sebagai hama pertanian.
“Intinya kami ingin membantu, bukan membasmi. Kami dari pemburu membantu masyarakat dengan mengurangi tupai yang menjadi hama di sini,” ujarnya.
Selain Gerdal Hama Tupai, kegiatan juga dilengkapi pelayanan kesehatan masyarakat oleh UPTD Puskesmas Selemadeg Barat. Petugas juga melaksanakan gerakan vaksinasi Hewan Penular Rabies (HPR) melalui Puskesmas/Puskeswan 3 Megati.
Kolaborasi tersebut memperlihatkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, petani, tokoh adat, dan peserta dari berbagai daerah dalam menjaga keberlanjutan pertanian sekaligus mendukung kesehatan masyarakat dan hewan di wilayah Tabanan.(*)
