Denpasar, warnaberita.com – Bermula dari sekadar bermain fun football, Perseden Aloemni kini menjelma menjadi rumah bagi mantan pemain, suporter, hingga pecinta Perseden Denpasar. Enam tahun berjalan, komunitas ini terus menjaga semangat kebersamaan sekaligus merawat kecintaan terhadap tim sepak bola kebanggaan Kota Denpasar.
Ketua Perseden Aloemni, Anak Agung Ngurah Garga Chandra Gupta, mengatakan komunitas yang terbentuk pada 2020 tersebut awalnya hanya beranggotakan sekitar 15 orang. Kini jumlahnya berkembang menjadi sekitar 40–50 anggota.
“Awalnya kita hanya fun football. Dalam pelaksanaannya berkembang. Bukan hanya mantan pemain bola, tetapi teman-teman yang fanatik terhadap Perseden juga kita gabungkan. Ada pemain, suporter, sampai tim penggembira,” ujar pria yang akrab dipanggil Turah Mantri di sela-sela kegiatan perayaan hari jadi Ke-6 di Lapangan Gelora Ida Cokorda Ngurah Gede Pemecutan, Denpasar, Sabtu (19/9/2026).
Menurut Turah Mantri, Perseden Aloemni sejak awal memang dirancang untuk menyatukan seluruh elemen yang memiliki kecintaan terhadap Perseden. Karena itu, komunitas tersebut terbuka bagi siapa pun yang pernah menjadi bagian dari perjalanan Perseden, baik sebagai pemain maupun suporter.
“Pokoknya yang fanatik dulu kepada Perseden kita ajak. Kadang orang berpikir, ‘Kok dia bukan pemain Perseden dulu?’ Tapi dia kan suporter Perseden dulu,” kata Turah Mantri yang juga pernah menjabat Ketua Askot PSSI Denpasar ini.
Aktivitas Perseden Aloemni juga tidak berhenti pada pertemuan rutin. Dalam sebulan, komunitas ini rata-rata bermain sepak bola sebanyak tiga kali. Pertandingan umumnya berlangsung setiap Sabtu agar para anggota tetap dapat meluangkan waktu bersama keluarga pada Minggu.
Komunitas ini bahkan rutin menggelar tur sepak bola ke luar daerah. Hingga kini, Perseden Aloemni sudah tujuh kali melakukan tur, termasuk ke Palangka Raya. Bagi mereka, perjalanan tersebut bukan sekadar mengejar pertandingan, tetapi juga memperkuat hubungan antaranggotanya.
Perseden Aloemni kemudian menetapkan 20 September sebagai hari jadi komunitas. Pemilihan tanggal tersebut berkaitan dengan semangat Puputan Badung, bukan karena bertepatan dengan hari lahir Perseden.
Komunitas ini juga ikut mendorong pembinaan sepak bola usia muda. Sejumlah anggota masih aktif sebagai pelatih, sementara Turah Mantri memiliki sekolah sepak bola (SSB).
“Pelatih-pelatih yang masih aktif sekarang ikut bergabung. Saya sendiri punya SSB. Pelatih-pelatihnya ada di komunitas kita ini,” kata pemain kidal yang juga pemain Gelora Dewata era Galatama ini.
Turah Mantri sendiri pernah memperkuat Perseden pada 1998. Pengalaman tersebut kini menjadi bagian dari semangatnya menjaga ikatan dengan klub dan para pencintanya.
“Komunitas ini menjadi wadah bagi semua yang pernah berada di lapangan maupun di luar lapangan. Kita di sini memiliki satu ikatan yang sama, yakni kecintaan terhadap Perseden Denpasar,” imbuhnya
Kepala Kantor PT Taspen (Persero) Cabang Denpasar, Frans Manaksak Siburian, yang hadir dalam kegiatan tersebut, turut mengapresiasi kekompakan para alumni Perseden. Menurutnya, komunitas semacam ini menjadi ruang penting untuk kembali mempertemukan orang-orang yang sebelumnya pernah berjuang bersama di lapangan.
“Biasanya kan setelah aktif bermain bola itu sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri. Sekarang Perseden ini bikin komunitas untuk alumni-alumninya, bisa bergabung, bersilaturahmi lagi, bisa bikin pertandingan-pertandingan fun untuk menjalin silaturahmi, untuk mengenang masa-masa bermain dulu. Ya, kalau tidak ada kendala, kami juga akan mempersiapkan tim untuk sparing dengan alumni Perseden ini ke depannya,” tambahnya.(*)
