Sunday, May 31, 2026
spot_img
HomeGAYA HIDUPHiburanJegog Suar Agung Kembali Menggema di Jepang Setelah Satu Dekade

Jegog Suar Agung Kembali Menggema di Jepang Setelah Satu Dekade

Jembrana, warnaberita.com – Setelah satu dekade tidak melakukan tur di Jepang, kelompok seni Jegog Suar Agung kembali membawa dentuman musikal bambu khas Kabupaten Jembrana ke Negeri Sakura. Kehadiran mereka disambut antusias oleh masyarakat Jepang yang memadati arena pertunjukan perdana di Toyota City dan Fukuoka City.

Tur budaya ini sebelumnya dilepas secara resmi oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan pada Minggu, 15 Februari 2026. Pementasan pertama langsung menarik perhatian ribuan penonton Jepang yang ingin kembali menyaksikan energi khas musik bambu dari Bali Barat tersebut. Antusiasme yang tinggi membuktikan bahwa Jegog Suar Agung masih memiliki basis penonton setia di Jepang.

Penampilan sekaa Jegog Suar Agung dipimpin oleh I Gede Oka Artha Negara, sosok konseptor sekaligus pencipta komposisi musikal bambu yang dikenal dengan karakter kuat dan dinamis. Ia merupakan putra dari maestro almarhum I Ketut Suwentra, tokoh legendaris yang dijuluki “Pekak Jegog” dan berjasa besar membawa kesenian Jegog ke panggung internasional.

Baca Juga  Wamen Ekraf Hadiri Pratayang Film “Believe”

Pada pementasan kali ini, Gede Oka juga mengajak generasi penerusnya, yakni Okky Junior Sadewa dan Ikko Suar Agung Dewi, sebagai penari dalam pertunjukan Jegog Suar Agung. Langkah ini menjadi bagian dari proses regenerasi agar kesenian Jegog tetap hidup dan berkembang.

Bagi Ikko Suar Agung Dewi, tur kali ini memiliki tantangan tersendiri karena untuk pertama kalinya ia ikut mendampingi dan tampil langsung dalam pertunjukan besar Jegog Suar Agung di Jepang. Tur ini bukan sekadar agenda pementasan, tetapi juga bagian dari komitmen jangka panjang untuk melestarikan serta mengembangkan seni musik bambu khas Jembrana.

Baca Juga  Puluhan Peserta Berpacu Ikuti Lomba Sampan Tradisional di Jembrana

Ia menegaskan pentingnya regenerasi, pembinaan generasi muda, serta penguatan jejaring internasional agar Jegog Suar Agung tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman. Melalui pementasan ini, Ikko Dewi juga bertekad menjaga warisan leluhur agar tidak hanya bertahan sebagai tradisi, tetapi terus bertumbuh sebagai kebanggaan budaya yang mendunia, terlebih karena kakeknya merupakan sang maestro Jegog.

Melanjutkan warisan budaya tersebut, I Gede Oka Artha Negara meramu komposisi khusus untuk panggung Jepang dengan memadukan resonansi nada rendah bambu raksasa, ritme eksplosif, serta dialog musikal antar-instrumen yang megah. Kepemimpinannya mampu menjaga pakem tradisi sekaligus menghadirkan inovasi yang dapat diterima publik mancanegara.

Baca Juga  Bupati Jembrana Tinjau Jalan Rusak di Desa Baluk, Hotmix Dimulai Juni

Kiprah Jegog Suar Agung di panggung internasional memang bukan hal baru. Kelompok seni ini telah berkali-kali tampil di berbagai negara dan cukup sering menggelar pementasan di Jepang.

Setelah mengawali pentas di Toyota City dan Fukuoka, perjalanan budaya ini akan berlanjut ke sejumlah kota lain di Jepang dalam rangkaian tur selama 12 hari. Dentuman bambu dari Desa Sangkar Agung kembali menggema di Negeri Sakura, menegaskan bahwa Jegog Suar Agung bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga duta budaya yang mempererat hubungan Indonesia dan Jepang dari generasi ke generasi.(*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru