Wednesday, May 6, 2026
HomeBERITA TERKINIJelang 1 Tahun Sekolah Rakyat, Mensos Tekankan Tak Boleh Ada Bullying

Jelang 1 Tahun Sekolah Rakyat, Mensos Tekankan Tak Boleh Ada Bullying

Jakarta, Warnaberita.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menggelar rapat bersama kepala Sekolah Rakyat (SR), tenaga pendidik, serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kantor Kementerian Sosial, Senin (4/5) terkait persiapan menuju 1 tahun Sekolah Rakyat pada 14 Juli 2026.

Dalam arahannya, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak sekadar menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuh bagi anak-anak yang sebelumnya berada dalam situasi sosial rentan, baik dari sisi ekonomi, lingkungan, maupun akses pendidikan dasar.

“Ini saling belajar dengan semangat untuk bisa melayani sesuai tugas masing-masing dengan penuh empati. Mereka yang kita didik ini adalah siswa-siswa istimewa, titipan Tuhan dan negara,” ujarnya dikutip dari laman Kemensos, Rabu (6/5).

Baca Juga  Gubernur Koster: Segera Tuntaskan Konsep SDM Bali Unggul

Gus Ipul menegaskan larangan keras terhadap bullying, kekerasan fisik maupun kekerasan seksual, serta intoleransi di lingkungan Sekolah Rakyat. Menurutnya, pelanggaran dalam bentuk apapun tidak dapat ditoleransi dan akan dikenakan sanksi tegas.

“Tidak boleh ada bullying, tidak boleh ada kekerasan seksual maupun kekerasan fisik, dan tidak boleh ada intoleransi. Jika terbukti, bisa langsung diberhentikan,” tegasnya.

Memasuki satu tahun penyelenggaraan, Gus Ipul memperkenalkan tema “Dari Terlantar Menuju Bersinar” sebagai arah pengembangan Sekolah Rakyat.

Tema ini diarahkan untuk memperkuat prestasi, karakter, serta ruang ekspresi siswa di berbagai bidang.

Ia juga meminta setiap sekolah tidak hanya mencatat capaian akademik, tetapi juga perkembangan sosial dan minat bakat siswa, termasuk seni, olahraga, dan keterampilan. 

Baca Juga  Siswa Sekolah Rakyat Dapat Sepatu Senilai Rp700 Ribu, Cek Faktanya!

Dari sisi data, Kementerian Sosial mencatat terdapat 59 Sekolah Rakyat yang telah terakreditasi dengan total 453 siswa yang akan lulus pada 2026. Komposisi lulusan terdiri dari 329 siswa SD, 113 SMP, dan 11 SMA. Hasil asesmen awal menunjukkan sebagian siswa mulai memiliki arah masa depan, di antaranya 5 siswa berencana kuliah, 4 siswa ingin masuk TNI, dan 2 siswa masih dalam proses menentukan pilihan.

Gus Ipul menegaskan bahwa tidak boleh ada lulusan Sekolah Rakyat yang kehilangan arah setelah menyelesaikan pendidikan. Setiap anak, kata dia, harus mendapatkan pendampingan sesuai potensi masing-masing.

“100 anak, 100 kesempatan. Setiap anak punya jalan dan peluang yang berbeda, dan tugas kita memastikan semua punya ruang untuk bersinar,” ujarnya.

Baca Juga  Isu 'Mark Up' Harga Sepatu Siswa Sekolah Rakyat Viral, Ini Penjelasan Mensos

Ia juga mendorong pelaksanaan open house Sekolah Rakyat sebagai bentuk transparansi program, sekaligus membuka ruang partisipasi publik untuk melihat langsung proses pembelajaran dan perkembangan siswa. (*)

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Paling Popular

Komentar Terbaru