Badung, warnaberita.com – Pemerintah Kabupaten Badung tancap gas menata masa depan. Kesepakatan KUA-PPAS 2027 resmi diteken, dengan porsi besar anggaran diarahkan untuk mengurai persoalan klasik, seperti kemacetan dan konektivitas jalan.
Pemerintah Kabupaten Badung bersama DPRD Badung resmi menyepakati Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan pada Rapat Paripurna Masa Persidangan Pertama DPRD Badung Tahun Sidang 2026–2027 di Ruang Utama Gosana, Gedung DPRD, Puspem Badung, Kamis (6/8/2026). Kesepakatan ini menjadi landasan dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Badung tahun 2027 yang transparan dan akuntabel.
Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti, bersama jajaran pimpinan DPRD. Turut hadir Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, Forkopimda Badung, anggota DPRD, Sekda Badung IB. Surya Suamba, serta para kepala OPD dan pimpinan instansi vertikal.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengungkapkan bahwa postur awal rancangan KUA-PPAS 2027 mencakup Pendapatan Daerah sebesar Rp11 triliun lebih, dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp10,7 triliun lebih dan Belanja Daerah sebesar Rp13 triliun lebih. Setelah melalui pembahasan bersama legislatif, alokasi Belanja Daerah meningkat menjadi Rp14,2 triliun.
“Dari belanja daerah tersebut alokasi anggaran infrastruktur dirancang mencapai sebesar 55% lebih. Ini sebagai indikator bagaimana konsistensi dari pemerintah daerah segera mengatasi persoalan-persoalan yang selama ini terjadi di Badung. Tahap awal kita fokus kepada pembangunan jaringan jalan baru,” terangnya.
Fokus pembangunan jaringan jalan baru menjadi strategi utama untuk mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah. Langkah ini dinilai krusial dalam menjaga daya saing Badung sebagai destinasi wisata unggulan di Bali.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa peningkatan PAD menunjukkan tren positif. Hingga 31 Juli, realisasi PAD telah mencapai Rp4,1 triliun. “Ini menjadi satu angin segar buat kita, sehingga tambah semangat dan paling penting adalah tumbuhnya trust bagi wisatawan mancanegara kepada Bali secara umum dan Badung sebagai daerah yang layak dikunjungi,” terangnya.
Pemkab Badung optimistis seluruh target dalam KUA-PPAS 2027 dapat terealisasi secara maksimal. Dokumen ini akan menjadi pedoman utama dalam penyusunan APBD 2027, sekaligus menjadi instrumen penting untuk mendorong pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.(*)
